Monday, February 14, 2011

TINJU UNTUK DIA

(Melanjutkan uneg-uneg yang seharusnya telah saya posting beberapa waktu lalu)

Lagi sebel saya!!!!!
Gara-gara beberapa hari lalu ngeliat facebook seseorang yg notabenenya kuanggap sahabat! tulis ini: S.A.H.A.B.A.T. DIA NGE-REMOVE SAYA DARI FACEBOOKNYA!!! ooowhhh boy! Dang!!!
Well... akhir-akhir ini hubungan kami memang kurang baik, setelah beberapa kejadian yg membingung sekaligus menyebalkan bahkan memuakkan saya. Tak pelak, perang dingin-pun terjadi. Saya bosan padanya yang selalu merasa paling benar dan sempurna tanpa cacat. Muak saya melihat sikapnya yang selalu merasa paling dibutuhkan diantara lingkaran pertemanan yang menaungi kami. Muak melihat pola fikirnya yang selalu merasa bahwa ia berhak men-judge seseorang "SALAH" hanya karena seseorang bertindak diluar persetujuan atau apa yg dia suka. SAYA MUAK! maka ketika itu saya memilih diam, dan Gosh! saya selalu terngiang jawaban sok sucinya ketika saya sempat chatting yang sepertinya itu chatting saya yang terakhir dengannya, begini kira-kira percakapan kami ketika itu:

Saya: ... dan kau juga akan menghardikku seperti kau menghardik mereka bukan?

Dia : Ya. tapi kau sudah menjauh duluan sebelum aku sempat menghardikmu

Saya: oh... kenapa tak menghardik sekarang saja???

Dia : aku lagi senang sekarang... jadi gak mau merusak kesenanganku hari ini

Saya: pada akhirnya aku juga akan kau jauhi

Dia : iya, saat aku telah menemukan kesalahanmu

Saya: Dan sudah kau temukan bukan?

Dia : Kau buru-buru menjaga jarak sebelum aku sempat menemukan kesalahanmu

Kau lihat kawan... itu hanya sebagian petikan yang kuingat lekat dari petikan chatting kami terakhir ketika itu. Lihat betapa angkuhnya dia!!! "iya, saat aku telah menemukan kesalahanmu" oh dang! dia selalu merasa benar untuk pantas mencari-cari kesalahan kami- orang-orang yg terkait dalam pertalian persahabatan ini. Uh! mungkin seharusnya aku tak lagi menyebutnya sebagai sahabat... bahkan tak usah pula menganggapnya teman... teman macam apa yang sengaja mencari-cari kesalahan temannya agar punya alasan untuk menjauh? Teman macam apa yang pura-pura care hanya karena berniat membalas dendam pada seseorang yang tak tau juntrung keberadaaanya hingga kini?
Penggalan obrolan itu hanya sedikit dari kata-kata pedasnya padaku sementara selama ini aku selalu berhati-hati memilah milih kata agar tak menyakitinya. Kata terakhir yang dia ucapkan pada saya dalam obrolan kami ketika itu adalah SMARTASS!!! kata slang yang bernada mengejek yang artinya sepadan dengan "SOK TAHU" ketika itu saya menuntut penjelasan darinya mengapa ia mengatakan hal itu padaku dengan huruf capslock pula, tapi dia sudah lari offline dari chat box. Lalu kukirim pesan singkat kepadanya masih untuk menanyakan maksudnya melemparkan kata itu padaku, dan hingga detik ini sms-ku itu TAK PERNAH DIBALAS.
Terimakasih TUHAN... pada akhirnya aku memang bisa tau seperti apa dia sebenarnya. dia selalu mengatakan "Sahabat itu diciptakan untuk menjadi pengkhianat", dan kini aku tahu mengapa ia begitu yakin dengan kata-kata banci seperti itu, karena dia adalah PENGKHIANAT itu sendiri!!!! Orang seperti dia adalah termasuk orang yang mengukur segalanya tak jauh dari untung dan rugi, dan aku memang tak menguntungkan baginya, jadi AKU DIDEPAK!!! Masih ingat betul aku, ketika kami baru pertama kali akrab, hampir saban hari dia menyambangi rumahku hanya sekedar untuk bercerita masalahnya atau memetik jambu biji yang ada di halaman rumah. Ketika masa-masa itu, beberapa kali dia dan adik-adiknya main kerumah pada malam Minggu dan Kamis, sekedar membantu dan menemani salah satu adiknya belajar bahasa Inggris atau sekedar bercerita dan melewatkan waktu bersama-sama. Ketika itu, hampir setiap akhir pekan dia mengajakku jalan-jalan bersama adik-adiknya di pagi atau sore Minggu, sekedar menghabiskan sore dan bercerita tentang seseorang yang hingga kini tak tau dimana rimbanya, seseorang yang dia anggap sebagai abang. Namun, ketika sampai pada masa dimana dia membutuhkan kehadiranku untuk mendengar ceritanya mulai mengalami 'monopouse' maka masa pertemanan keakraban kami mulai kosong kunjungan main kerumah atau memetik buah jambu atau jalan-jalan di pagi atau sore hari. Kemudian, ketika dia kemudian dekat dengan teman lain, hal yang sama terjadi. Ketika kami bertukar kabar di sms sekedar menanyakan keberadaan masing-masing, seringkali jawaban yang aku terima bahwa dia sedang jalan-jalan dengan sosok teman baru yang juga temanku itu. Menemaninya makan atau sekedar menemani si teman ke apotik. Dan ketika semua kebersamaan dan keakraban itu masuk masa 'monopouse' ia juga mulai menjaga jarak dengan teman baru kami itu. Lalu, sah-sah saja jika aku menyimpulkan bahwa pertemanan yang ia hargai hanyalah ketika kau memberikan untung kepadanya, memberi manfaat yang nyata, sebagai pendengar setia dari semua keruwetan hidup yang dia hadapi ketika itu. Setelah itu.... kau akan didepak sama seperti halnya aku! Ya, kurasa itu tepat kuungkapkan mengenai dia!! Orang angkuh sepertinya pantas untuk di-angkuhi juga. Ya, kufikir demikian!!!! He deserves this anger!!!
Aku tak pernah memintanya menceritakan kehidupannya padaku, bahkan berani kukatakan bahwa dia-lah yang menarikku untuk masuk kedalam hidupnya, menarikku kedalam lingkaran masalah yang tak jelas juntrungannya. Ya! dia sendiri yang menarikku kedalam link yang kini sudah putus, dan putusnya link itu sangat kuyakini bahwa dirinyalah yang menjadi central! Keegoisannya!
Aku tak heran jika aku kemudian dia remove dari akun facebooknya karena ia juga tega melakukan itu pada orang-orang yang selalu ia sebut sebagai SAUDARA! tapi saat ada masalah atau dia telah menemukan kesalahan adik-adiknya itu, maka dia akan meremove mereka dari akun facebook bahkan kehidupannya meski kemudian, saat entah malaikat mana mendinginkan hatinya ia kembali meng-add adik-adiknya ke akun facebooknya dan kemudian menambahkan pula nama-nama mereka ke daftar siblingnya. SAUDARA macam apa itu!!! dan sekarang, satu orang dari mereka yang dia anggap adik- ia pernah mengatakan bahwa sosok laki-laki ini adalah adik yang paling dia sayang, sosok adik yang paling dia impikan untuk dimiliki sebagai adik-juga dia remove dari facebooknya. Masalahnya??? klasik! keegoisannya yang tak mau memahami keadaaan adik laki-lakinya. Dia selalu merasa yang paling benar. Dia sungguh sosok yang keras dan angkuh, dan dia juga adalah sosok yang PALING TAK BISA BERKOMPROMI! abang macam apa yang men-judge adiknya hanya dari sudut pandangnya dan bahkan mungkin dia juga menghasut adik perempuannya yang lain untuk menjauhi adik laki-lakinya itu dan menyuruh adik perempuanya itu untuk ikut meremove adik laki-laki kesayangannya itu dari facebook bahkan aku yakin bahwa jangan-jangan dia-lah yang masuk ke facebook adik perempuannya dan meremove bahkan ngeblock adik kesayangannya itu. Cuh! mendidih rasanya amarahku! Sungguh, andai aku tak menghormatinya sebagai orang yang pernah begitu dekat dan baik padaku, pada suatu ketika, maka aku telah melayangkan tinjuku ini ke wajahnya. Jika saat suatu sore di penghujung tahun 2010 aku begitu muntab melihat keegoisannya yang kemudian kuekspresikan dengan meninju tiang kayu penyangga sebuah warung tempat kami mampir, maka kini tinju yang sama yang lebih kuat ingin aku layangkan ke wajahnya hanya agar ia faham makna memiliki dan menghargai.


Aku sangat sangat marah, benar-benar marah (Lihat saja, terlalu banyak kata "Aku" alih-alih kata "Saya" yang biasa saya pakai ditiap postingan saya). Semoga ia membaca tulisan ini, atau semoga ada seseorang yang membaca tulisan ini lantas memberi tahukan kepadanya secara objektif. Atau jika tidak, Aku hanya ingin dia fahami makna menghargai keberadaan seseorang dan berkompromi dengan hidup orang lain. Dia bukan Raja yang titahnya harus dipatuhi. Dan sungguh, aku sedih kehilangan dia sebagai sahabat, tapi jika ini yang lebih baik, maka katakan padanya "Pergilah!" dan aku tak akan menahan langkahnya.....

Allah, ampuni aku dengan kemarahan yang menyala di hatiku kini.... astaghfirulah

No comments: