Saturday, December 31, 2011

Cerita menuju 2012

Salam, readers ^_^ 
It's the end of 2011 and counting down to 2012.
2011 is colorful for me. It's a disappointing year for me yet delightful in the end. Betapa tidak, ada mimpi yang mesti kandas, ada angan yang runtuh dan merapuh tapi pada akhirnya ada anugerah yang tiada tara dirasa tahun ini. IKYEP 2011 seolah menutup 2011-ku dengan senyum 5 cm mengembang sumringah di wajah seolah menutup luka dan kecewa di awal tahun ini. Apa yang bisa dilakukan selain syukur yang membuncah, kawan? 
Next, 2012 akan  segera tiba dalam hitungan menit. Meski tak merayakan tahun baru seperti kebanyakan orang di muka bumi ini, aku tetap memiliki harapan besar untuk hidupku di 2012 dan seperti bisa ditebak harapan terbesar masih didominasi oleh mimpi-mimpi yang aku pun tak tahu apa itu layak untukku atau mungkin terlalu muluk. Aih! rasanya tidak, kawan! Harapan itu berkaitan dengan keinginan dan cita-citaku dan setelahnya mungkin aku akan memikirkan tentang seorang ksatria 'berbaju zirah' (berada pada urutan ke-3 sepertinya) ^_^
Kawan, aku tak punya bayangan akan seperti apa hidupku di 2012 nanti, tapi yang pasti aku tentu mempunyai berbagai angan dan harapan seperti juga dirimu, bukan? orang-orang zaman ini menyebutnya resolusi, kawan  ^_^ Apa yang bisa kita lakukan selain bermimpi, berharap dan berusaha melakukan yang terbaik untuk menggapai semua itu?
Aha! anyway Selamat Tahun Baru ya Kawan... semoga 2012 Negeri kita menjadi lebih baik dan kehidupan kita semua juga menjadi lebih baik dan mimpi-mimpi kita semua tercapai ^_^  Sampai jumpa di postingan 2012 yaaaaaaaaa....

Tuesday, December 20, 2011

Salam, readers
 ^_^
Post kali ini masih berkisar tentang sisi lain Korea yang terekam melalui jepretan saya yang amatrir tapi setidaknya masih bisa dinikmati. (Pengen banget belajar fotografi... hiks)


Salah satu sisi jalan di Hanok Village

Monologku kepada malam

Malam ini onggokan kertas-kertas hasil ujian siswa masih menyisakan beberapa yang minta diolah sementara mood untuk bekerja hilang buyar kabur entah kemana. Iseng punya iseng akhirnya kuputuskan berkelana yang bahasa kerennya disebut blog-walk, saat mampir ke salah satu blog langganan, amboi! Aku iri, Tuhan!! Sungguh....
Lalu disinilah aku berada, di pojok kamar, termenung menatap langit lewat  celah jendela yang sengaja kubuka. Semrawut uneg-uneg dalam otak menuntun untuk bercerita saja disini, tidak! tepatnya mengoceh mungkin....
Malam seolah genit melirik balik padaku yang terpaku bengong tak tentu arah, mencibir kesendirianku yang biru mengenaskan malam ini. Ugh! Lalu kepada Malam aku berceloteh, meminta ia menyampaikan kesahku pada Tuhan meski pastinya Sang Tuhan telah-pun tahu tanpa harus aku menjadi seperti sinting bicara sendiri pada Malam
Dalam hati aku berkata, mengajak ngobrol Si Malam:
Malam, aku selalu bertanya pada Sang Tuhan,
 'adakah mimpi hamba terlalu berlebihan?'
Sungguh ingin aku berada di tempat itu
memenuhi otak dengan banyak ilmu demi luasnya masa depan dan pengabdian
memenuhi hati dengan ketakjuban alam yang menghampar melalui Tangan Tuhan
memanjakan mata dengan indah tiada tara alam hasil besutan Tuhan
memenuhi lembaran--lembaran diari/blog tentang hari centang prenan yang mungkin akan menjadi karibku
memenuhi raga dengan saripati hidup dan survival di negeri orang
memenuhi kidung doa yang tenggelam dalam rindu
memenuhi selaksa harap untuk dunia yang lebih akrab
Aih malam....
Pastilah Tuhan mendengar doaku, melihat inginku, memehami usaha letih terseokku...
Biarkan aku dengan keyakinanku bahwa Sang Tuhan tak akan menjauhkanku dengan mimpi-mimpi yang berserak seperti kertas-kertas ujian ini, malam.....

(Post yang terlambat dipost)

Saturday, December 17, 2011

Monolog pada Hujan

Kau sampaikan apa hari ini, hujan?
Masih terlalu dini kita ceriterakan tentang rindu
Masih terlalu pagi kita dendangkan rasa
Masih terlalu hijau kita petik kasih 
Maih terlalu remang kita nyanyikan kesetiaan

Kau beritakan apa hari ini hujan?
Jangan lagi tentang kenangan yang telah kusam
Jangan lagi tentang dia yang telah kubuang
Jangan pula tentang mereka yang ingin kuenyahkan
Cukuplah luka yang ditinggalkan disini terperam 

Bagaimana kalu kita bahas tentang impian?
Tentang satria berkuda yang berada di ujung dunia
Tentang pangeran bijak yang menjelajah dunia mendera derita
Tentang matahari yang memberimu waktu turun ke bumi
atau tentang aku yang selalu punya mimpi

Ah! Apa sajalah
Asal jangan tentang luka
Asal jangan tentang dia yang telah kulupa 
Atau tentang hangus gores hati olehnya

Hujan, 
Disini saja
Kita bercerita hingga kau lelah
Hingga mentari senja atau Bulan memintamu reda

Tentang Bulan

Bulan tak disini
Membiarkan gelap memamah pekat gemeretak
Mungkin ia tengah menepi pergi bercerita di langit para bidadari
Jangan! Tak harus disesali
Ajak saja angin menari
Jika nanti letih,
Beranjak lalu teriaklah menjemput pagi

Wednesday, December 14, 2011

A Trip To Heal The Heart (part 3/End)

-Salam, readers ^_^

Postingan ini masih menyambung postingan sebelumnya di A Trip To Heal The Heart part sebelumnya karena memang partnya belum the end hohohoo... Selamat membaca, semoga memberikan sesuatu (meskipun bukan sesuatu banget) yang menyenangkan, menarik, atau berharap dapat termotivasi dengan sepenggal cerita ini ^_^ Sebelumnya, terimakasih telah mengunjungi laman blog saya. Nah, Selamat membaca, sodara-sodara ^___^

Stadion yang didesign oleh Mr. Guyon

Thursday, December 8, 2011

A Trip to Heal The Heart (Part 2)

Salam, readers ^_^
Indonesia Korea Youth Exchange Program atau yang dikenal dengan IKYEP untuk angkatan ke 2 tahun 2011 memang telah usai, tapi sungguh, sodara-sodara semua hal yang berkaitan dengan kegiatan singkat yang adalah mimpi-yang-jadi-kenyataan itu terasa masih melekat erat rat rat seerat-eratnya diingatan. Jiah! melankolis neh ceritanya.. >_< 
Rasanya baru kemarin menginjakkan kaki di Korea, lalu wara-wiri Jakarta dan Solo sampai kecapaian, letih, lesu, bosan juga ada bahkan, tapi well, mengingat hal ini adalah suatu mimpi yang jadi kenyataan rasanya lelah, letih, dongkol, bosa, capai itu semua mua mua bisa dieleminasi dengan cantik. ^_^ 
Nah, fellas.... untuk recall tentang kegiatan ini khususnya phase Korea-nya, jadi deh ini tulisan di posting dengan judul A trip to heal the heart (idih! udah kayak pendahuluan makalah aja... lol ). Wait up! A trip to Heal the Heart??? ha ha ha iya, sebuah perjalanan untuk menyembuhkan hati! Sebenarnya program ini bukanlah target meski benar kalo program Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) adalah impian bahkan sebelum saya lulus IELSP 2008 lalu. Meski IKYEP bukanlah program target, tapi program ini, terlepas dari segala kekurangan dan ekspetasi yang tidak seluruhnya terpenuhi, adalah sebuah obat ampuh yang mampu mengobati kekecewaan saya atas kandasnya harapan menuju Amerika melalui Indonesia Fellowship Program (IFP) dan harus puas hanya sampai ke tahap interview. >:_:<  
Kalo boleh lebih melankolis (ckckckckc) kegagalan saya di IFP -yang demi tetap eksis ditiap tahapnya saya harus merelakan resign dari sebuah universitas yang belum bersedia membiarkan saya melanjutkan proses seleksi IFP ketika itu- adalah sebuah kesediahan tiada tara *sigh dan ternyata benar TUHAN, ALLAH itu selalu memberikan hikmah atas sebuah kejadian, and there I go, IKYEP 2011 ke Seoul di awal  musim dingin 2011 ini.
Okey, itu dia behind the story dari kepala posting ini, nah... ada baiknya saya berbagi cerita tentang program IKYEP khusunya untuk phase Korea-nya, hitung-hitung kalo ada yg cari info tentang gambaran program bisa baca postingan ini. *tiba-tiba saya punya sayap putih dan memegang wand berwarna putih... angel mode on >>>^_^<<<
Indonesian Delegates


Wednesday, November 9, 2011

A trip to heal the heart

Salam, readers ^_^


Indonesia-Korea Youth Exchange Program 2011 was a dream-come-true for me. It's a really big thing for me after IELSP 2008. It' pretty hard for me to describe every single things here but I'd like to recall all thing I gained during the program.

Pre Departure Training, Korea Phase and Indonesia Phase are all amazing steps within the program in November. I learned many things and I'll always keep it in ma mind.

I'd like to recap my days during the program so far from the very beginning one (Korea phase) ^_^

Wednesday, October 19, 2011

Ku teriakkan saja ini ya...

Dear, readers ^_^
Kali ini sebenarnya tengah tak ada ide menarik untuk diceritakan dan ditulis disini, tapi sejujurnya ada hal yang ingin diteriakkan (meski gak penting). Jadi, biarkan saya mengoceh saja ya... (mudah-mudahan tidak sampai menulis sumpah serapah disini ^_^)
Bosan melanda, kawan... mengeluh mengapa makhluk-makhluk gak penting itu tetap krasak-krusuk di fb.. hey, let me tell ya... apapun alasannya aku sedang tidak mau berkaitan atau dikaitkan apalagi mengaitkan diri dengan mahkluk-nakhluk itu. Aduhh!!! kufikir diignore friend request berkali-kali cukuplah menjadi signal kalo aku ini tengah tak mau terhubung dengan kehidupan mereka, lalu kenapa masih juga request berkali-kali??? unsur kesengajaan??? fiuhhh!!!! woy! aku tidak mau terlibat apalagi melibatkan diri di dunia mereka. D'oh! susah emang kalo yang dihadapi adalah mereka yang tak jelas maunya. *_* Terserah deh mau dibilang apa, yang jelas masih ogah menghadapi mereka.... buat apa? gak ada untungnya...
Someone please help me telling 'em the fact! Sudah cukup deh apa yang terjadi kemaren-kemaren. Aku tak hendak saudara-saudaraku jadi objek kemarahan mereka (yang sebenarnya adalah luapan emosi karena menutup rasa bersalah dan malu atau ah apapun itu, terserah!). Cukup diamku menjadi jawaban! Tapi, tetep aja tuh mahkluk gak faham!!! Yang kayak gini nih yang mesti dicongkel matanya kali ya... heheheheh (sadis amir... *_*)

Wednesday, October 12, 2011

Syukur, Hamdan Lillah...

Dear, readers ^_^
Tak terasa mulai memasuki pertengahan bulan Oktober which means less than 28 days to face IKYEP. Berkenaan dengan itu uga sekarang aku mulai hectic dengan tugas-tugas dari senior.
Speaking of which, Bersyukur sekali setelah mengetahui hasil dari PUK-BIG yang menyatakan aku lulus dan kompeten dengan cluster B. Alhamdulillah (ga pake 'Ya' ala Syahrini :p ) Dari tiga peserta yang dapat cluster B, aku salah satu diantaranya. Not bad at all. ^_^

Friday, September 23, 2011

Sekejap perjalanan ke Paris Van Java

Salam, readers ^_^
Hampir sebulan tek berceloteh di wadah ini,  kangen jadinya. Tak dirasa pula ternyata kini Spetember akan menyongsong akhir hitungan harinya. Jadi ingat lagu Green Day yang hari ini di tag si Boy di fb nya. Wake me up when September ends.... Hahahah
Kali ini sekelumit kisah tentang keberadaaan di Bandung selama beberapa hari akan menjadi topik celoteh disini. Pada dasarnya karena kepercayaan sang Direktur Selective English Course-lah yang merupakan awal dari perjalanan singkat ini. Hei, tak menyesal rasanya bisa berada di Bandung dari 20-23 September ini. Menambah pengalaman dan menimba ilmu dalam kegiatan Training dan Tes Calon Penguji Kompetensi Bahasa Inggris yang notabenenya adalah kerjasama antara PAUDNI Kemendikna, LSK BIG dan IECTA.
Siapa menyangka kalau kegiatan ini justru mempertemukan aku dengan mereka yang telah menyandang gelar Phd dan Magister dari banyak daerah di seluruh Indonesia. Seperti layaknya kegiatan serupa, jika awalanya semua peserta merasa sebagai kompetitor, pada akhirnya semua merasa justru we are a big family... jadi ingat yel-yel yang selalu diteriakkan mengawali atau mengakhiri semua materi training "PUK!....BIG! PUK BIG!.... YES YES YES BIG! ^_^ AAAAAAAAAARGGGggghhhhhh! baru beberapa jam menyebar ke daerah tujuan masing-masing aja udah bikin kangennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn............ hiks
Hari pertama aku datang terlambat demi mengabdi sebentar menepati janji sebagai volunteer di Sail Wakatobi-Belitong, baru jam 8 menjejakkan kaki di Bandung tepatnya di Grand Pasundan Hotel lalu langsung dengan wajah letih tanpa dosa masuk mengikuti acara pembukaan yang sudah berlangsung sekitar 30 menit sebelumnya kemudian lanjut breefing tentang kegiatan Training CAPUK-BIG sampai jam 10-an.... ngantuuukkkkkkkkkkk........
Hari ke dua dari pagi sampai malam semua diisi dengan materi seputar dunia kepengujian penguji uji kompetensi bahasa Inggris, kode etik sampai orat oret latihan rating untung assessing writing dan speaking... (Thank God di Selective udah terbiasa dengan ini). Kekonyolan mulai banyak terjadi id hari ke dua, mungkin karena para peserta yang berjumlah 23 orang ini mulai merasa akrab satu sama lain bahkan para tentor yang pada dasarnya adalah juga para Master penguji-pun tak segan menampakkan gigi atau even more tertawa geli. ^_^  really love  this part for sure ....
Hari ke tiga adalah totally great great great day 9dalam tanda kutip) secara hari itu adalah hari test... dari mulai written test sampai oral test dan assessing tes serta over all scoring  test... berkeringat dingin, nervous, sakti perut, keluar masuk wc, speechless bahkan blank adalah gejala yang kemudian banyak dialami para peserta bahkan karena terlalu gugup banyak peserta yang blank dan melakukan silly things ketika tes menguji... lucu! ketawa aja.....! kata Pak Sun, sang Master Penguji 'ketawa aja, because sometimes we need time to laugh at our selves" ahahahhahahahahahahahhah....
Pokonya, banyak kejadian lucu, menggemaskan dan ganjil yang terjadi hari itu... ada yang bahkan lupa menuliskan nilai ujian siswa di form scoringnya atau ada juga yang hanya tertunduk kepada band descriptors dari awal sampai akhir.... atau ada juga yang sampai lupa akan hal-hal yang semestinya dihindari seorang penguji.... jiahahhahahha! oooppps!!! ^_^
Well, pada akhirnya semua bisa tersenyum ketika sesi malam berlanjut dengan sharing sehubungan dengan tes yang telah usai. Swear! kali ini benar-benar tertawa lepas semuanya... dari yang paling tua, para senior sampai ke yang paling muda (aku tampaknya masuk ke bagian muda a.k.a junior deh hiahahahaha). Malam itu hanya diisi dengan sharing ringan seputar tes, TUK dan LSK BIG... asli! semua tertawa lepas seolah beban yang ada dalam beebrapa hari sebelumnya luruh sudah... blassss..... blasssssssssss... blassss............. ^_______^
Well, that's about the training's behind the scene ... I did best jadi tinggal menunggu hasil dan berdoa semoga harapan yang ditempatkan di pundakku bisa terwujud... amin

to be continued....

Monday, August 15, 2011

Paras Hitam Putih

Aku melepuh disengat mentari
Terbakar letupan emosi yang merantai caci-maki
Aku melepuh disengat emosi
Mengabukan mentari yang terbakar hari ini

Ini parasku, kasih
Jika yang kau inginkan adalah pengakuan
Putih ketika kau hadapkan pada sungai jernih 
Hitam melegam tatkala kau bakar dalam gemeretak kayu api

Bagiku sama saja, kasih
Bidadari atau mungkin Jelata yang kau tepis pergi
Parasku begini-begini saja
Mungkin bersinar atau dilain waktu dipenuhi gulita

Kau tentukan saja sudut pandangmu...
Sesederhana itu saja...

Thursday, August 11, 2011

It's Done..

Sudahlah... jangan ada lagi kata-kata
Bukankah kau yang memilih semuanya?
Pergilah dengan hidupmu saja
Biar kuasingkan tentangmu dari segala penjuru jiwa

Sudah... berlalulah!
Hidupmu hidupmu, tak hendak aku menuntut tahu
Hidupku adalah milikku, tak perlu kau tanya ini itu
Ini jalan yang kau pilih...

Jalani saja... jangan berbalik arah
Jangan juga meski sekedar menoleh
Sudah, binasa sudah semuanya
Usai... hampa... semua tak lagi ada

Buku itu telah kututup rapat
Kusegel dengan lilin bercampu getah luka
Sudah, enggan kudengar meski sepenggal kalimat
Ini usai... Buku telah tenggelam dalam samudera

Ramadhan: Dari mulai Pangan, Petasan, Kembang Api hingga Gepeng

Salam, readers ^_^
Ini masih di bulan Ramadhan, tepatnya saat ini adalah hari ke-10 Ramadhan 1432 H. Ide tentang tulisan ini sebenarnya sudah ada beberapa hari lalu meski baru sekarang bisa dituangkan disini. 
Well, kawan... Ramadhan di Indonesia itu unik plus ada lucu dan mirisnya juga. Sebut saja soal makanan. Kalau di Amerika dulu pas Ramadhan aku sempat mencicipi segarnya buah kurma yang dipetik dari pohon (sebenarnya itu kurma-kurma jatuh dari pohonnya yang ada di depan Islamic Center Tucson, daripada disantap burung, mending kami deh yang pungutin.. jiahahaha... asli! sensasi kurma segar emang maniiisssssss banget... gak heran kalo Rasulullah demen banget sama buah asli Tanah Arab ini), tapi di Indonesia mayoritas buah kurmanya adalah kurma import yang tentu sudah dikeringkan/diawetkan bahkan ada sih pernah beberapa kali ketemu buah kurma yang kalau dilihat dari kemasannya masih segar dan menempel di tangkainya, eh pas dibuka ternyata itu tangkai buah fake alias palsu!!!! *sigh. Well, intinya buah kurma yang identik sebagai panganan selama puasa pada dasarnya gak sesegar kurma yang aku dan teman-temanku cicipi di ICT Arizona. Jibunan buah kurma yang dijajakan di pasar-pasar dan lapak-lapak kagetan itu salah satu hal 'unik' yang ada di Indonesia, kawan. Belum lagi jenis-jenis makanan lain yang berbeda di tiap daerahnya. Secara aku tinggal di Pangkalpinang, disini ketika Ramadhan banyak bermunculan lapak-lapak dadakan alias pasar Ramadhan. Di sepanjang jalan banyak berdiri lapak-lapak yang menjajakan berbagai macam makanan dan minuman. Dari mulai beragam macam gorengan dan berbagai macam variasi otak-otak, makanan dan minuman tradisional seperti mie ayam kuah ikan, serabi, pusui, pantiau, martabak khas Bangka, hingga beragam macam lauk seperti lempah kuning, lempah ayam pucuk kedondong, lempah pucuk ubi sampai rusip. Belum lagi kalo bicara tentang buah-buahan yang tentu harganya melonjak seenaknya. Karena keramaian pasar kaget yang memenuhi badan jalan itu lah makanya sepulang ngajar les aku lebih suka ambil short cut daripada kejebak macet yang gak ketulungan. Hahahayyy... Intinya, kalau mau wisata kuliner dengan beragam macam pilihan di pulau Bangka, mungkin ada bagusnya juga bertandang dan melancong saat Ramadhan seperti ini. Heheheeh.... *wink

Tuesday, August 9, 2011

Is English Funny?

Salam, readers....
Many learners think that English is freaking crazy tricky and so what do you think???
Let think some thing trough this thing then... ^_^

The Funny English Language

We'll begin with a box and the plural is boxes.
But the plural of ox should be oxen, not oxes.

The one fowl is a goose but two are called geese,
Yet the plural of moose should never be meese.

You may found a lone mouse or a whole set of mice,
Yet the plural of house is houses not hice.

Sunday, August 7, 2011

Skin... Owh yah!

Salam, readers ^_^

Belakangan ini masalah alergi kulitku bertambah parah. Kena debu yang over limit, kebanjiran keringat akibat cuaca extrem alias panas dan/atau karena akktifitas lain atau bahkan kontak dengan bahan kain tertentu serta beads alias manik-manik bisa menstimulasi gatal-gatal di permukaan kulit. Aih! kalau sudah kejadian kayak gini pengen rasanya menguliti ini kulit, lalu direndam dengan Dettol antiseptic lalu dijemur deh... nah baru setelah kering tuh kulit dipakai lagi! (Andai aja semua itu bisa @_@).
Zaman-zaman aku kuliah dan sekolah dulu enggak seribet ini dengan urusan alergi. Paling bersin-bersin sampe meler pilek gak ketulungan kalo kena debu nah sekarang, itu alergi belum hilang ditambah pula direpotkan dengan urusan alergi kulit. Banyak sudah produk yang jadi item wajib di daftar belanja bulanan (stock buat satu tahun euy... dah kayak ibu-ibu wae ini teh) ada Dettol, bedak bayi caladine sampe pil Ctm yang kecil-kecil berwarna kuning dan salep Bacitracin yang produk Generic itu. Aduh! rasanya barang-barang itu udah menjadi teman karib deh (Cusson baby prickly heat lotion bakal jadi teman karib selanjutnya). Seringkali, malah terlalu sering, jadi kesal dan sedih sendiri gara-gara tersiksa rasa gatal di kulit hanya karena berkeringat (padahal susah menghindari keringat secara Pangkalpinang ini temperaturnya mencapai 32 - 34 derajat celcius!). 

Thursday, August 4, 2011

Gosh! It's amazing when someone listens to you!

Salam, readers ^_^

Ketika ada seseorang, siapa-pun itu; teman, sahabat, orang terdekat atau bahkan orang yang ditemui di halte bus atau di dalam angkot sekalipun, yang mau mendengarkan pendapatmu, apa yang kau rasakan??
Kalau pertanyaan itu ditujukan padaku sejujurnya aku akan mengatakan It's amazing as if I'm the precious one terlepas bila nyatanya aku bukan seseorang yang cukup berarti untuk orang itu, pun sebaliknya. 
Tapi sungguh, perasaan dihargai, didengarkan dan tersanjung adalah bagian dari hal yang akan ada seperti apapun perasaan itu dikemas rapi dan disembunyikan.Ini hanya cerita sederhana tentang seseorang yang kusebut sebagai sahabat baik. Tak terlalu banyak yang kutahu tentang dia dan hidupnya, mungkin apa yang kutahu bisa dikatakan hanyalah 1/10 atau bahkan 1/20 dari hidupnya dan dirinya tapi bagiku ia adalah 'seseorang; sahabat'. Dia adalah sosok yang tak banyak bicara meski kadang rasanya aku bisa memahami apa yang ada dalam fikirannya. Well, hari ini aku kembali merasakan betapa tersanjungnya ketika apa yang kita ucapkan, apa yang kita utarakan sebagai pendapat kemudian direalisasikan oleh orang tersebut. Pun dia begitu.

Tuesday, August 2, 2011

The right man in the right time

Salam, readers ^_^

Mari kita bicara tentang 'memilih' dan 'cinta' sekarang. Well, I'm not the expert in this stuff but I guess I just need to ask my own heart, here in the center of my soul. 
Menjomblo? yup! Aku jomblo, sedang memasuki 2 tahun sejak seseorang di seberang sana memutuskan untuk mundur dari komitmen yang dijaga sejak bertahun lalu but, we don't need to talk 'bout it here guys. ^_^ Praktis setelahnya aku tentu merasa sepi, sejujurnya lebih sepi karena toh selama ini hubungan kami juga merupakan LDR (Long distance relationship) antara Pekanbaru dan Curup, lalu kemudian aku kembali ke Pangkalpinang. Well, menjadi sepi tak membuatku untuk langsung  memutuskan mencari cinta. Ahay! aku tak sama dengan dia yang ternyata telah ada banyak duri yang disebar sebelum hubungan kami diakhiri. Aku ini tipe setia, yang syukurnya memang tak mudah untuk menjatuhkan cinta pada pria-pria, yang bahkan menjalin hubungan dimasa lalu itu-pun aku butuh bertahun untuk meyakini dia. Menjadi sepi bagiku bukanlah waktu untuk segera mencari pengganti. Aih! rasanya masih butuh waktu untuk memahami segala yang terjadi sebelumnya. Aku juga bukan tipe 'hunter' yang langsung mengokang senapan saat ada binantang buruan mendekat. Fiuhh!! It's not me! 
Well, I'm still single now and I'm not having relationship with anyone but believe me it's not because I still regret my past story. I just wanna wait for the right man in the right time. Dan dia, pria itu, memang bukan Mr Right yang harus disesali kepergiannya. He's not the right man and perhaps He came in the wrong time. Many things proved this. Aku yakin, sangat yakin, jodoh itu Tuhan yang atur segalanya dan sungguh aku benar-benar ingin jatuh cinta pada saat yang tepat, ketika hatiku telah siap bukan karena hati ini sepi
Jadi kembali ingat salah satu dialog dalam salah satu scene drama Asia, Dream High. Begini kira-kira petikan dialognya: 

Goh Yeh Mi: Bagaimana kau tahu bahwa Jason adalah orang yang benar-benar kau cintai? 
Kim Phil Suk: Karena saat senang ataupun sedih, dia selalu menjadi orang pertama yang kuingat.

Jadi pendeknya, hatimu benar-benar mencintai seseorang jika ia selalu menjadi orang yang pertama yang diingat saat senang atau-pun sedih. Kau ingin menangis di sisinya dan membagi kebahagiaanmu bersamanya. Masuk akal bukan hal ini? Nah, rasanya aku tetap menikmati dan bersyukur dengan keadaan sekarang karena bagiku hati yang sepi bukan satu-satunya alasan mengapa aku harus belajar membuka hati untuk seseorang di luar sana. Dan saat ini, saat aku sedih dan senang aku selalu mengingat orang-orang yang berbeda, tergantung apa yang ku hadapi, bisa jadi itu adalah dia, atau cowok yang itu, atau teman karib yang itu yang kuingat, tergantung pada apa yang tengah kuhadapi. Lol
Lagipula, bagiku akan lebih mudah rasanya belajar mencintai seseorang daripada membuat orang mencintai kita. Iya kan??? Jadi, I'm single and very happy. ^_^

N.b: jika kau, sang lelaki masa lalu, membaca tulisan ini, mungkin ada baiknya kau bertanya pada hati kecilmu Are you in love with her because you're ready or because you're lonely???

Happy Ramadhan!

Dear readers.... ^_^
Sudah lama kiranya aku tak menulis disini...  dan tak terasa Ramdhan sekarang ini sudah melewati malam kedua. Sumpah, Ramadhan seperti ini senantiasa membuat hati kian kangen dengan kenangan di 2008 lalu, which means 3 tahun lalu. Ramadhan di Arizona, USA. Pas summer, dengan suhu mencapai 40 hinga 41 derajat celcius, buka puasa pada jam 7.30 malam, kuliah sampe jam 5.30 terus plus seabrek tugas kuliah yang mesti dikelarin malam itu juga belum lagi kalo ingat Lebaran nya yang mesti dijejali dengan weakly test kelas RWL yang mesti dijabanin beberapa menit setelah melaksanakan Shalat Ied... oh my Goodness! but I swear! I enjoyed 'em for sure! Miss it tons....
Well, semoga Ramadhan ini segalanya berjalan lebih baik dan semoga berkah Ramadhan tahun ini bisa membawa langkah kaki menjejak pada mimpi-mimpi besar selanjutnya! Amin ya Rabb...


N.b. Akhir-akhir ini seringkali tanpa disengaja terngiang-ngiang kalimat seorang karakter dalam sebuah drama Korea, Dream High. -Jika saat senang atau pun sedih, dia adalah orang yang pertama yang selalu kau ingat maka itu tandanya bahwa dia adalah orang yang kau cintai- Kim Pil Suk



Saturday, July 16, 2011

Soccer Team... The Debute!!!

Salam, readers ^_^
Ah, sudah lama aku ngadat ngeblog... semangat ngeblog tiba-tiba wusss!!! hilang tersapu angin meski pada dasarnya ada beberapa ide yang menggelayut di otak.
Hufff!! well, hari ini pagiku dimulai dengan teriak-teriak menjadi supporter pertandingan sepakbola LPI a.k.a Liga Pelajar Indonesia. Siswa-siswa tempatku ngajar yang lagi tanding di final LPI (wish someday the players will be great soccer players). Well, emang sih belum mampu membendung sepak terjang tim Belitung  yang akhirnya mampu mengalahkan tim MTs Negeri Pangkalpinang - yang juga adalah perwakilan Kodya Pangkalpinang- dengan skor 2-1, but they did really great job! 2nd winner is not bad, huh?! ^_^ I love the team, they someday will be really great players.^_^
You know guys, yang paling mengharukan adalah saat para pemain menangis! They cried!!! really! Bukan berarti cengeng hanya merupakan tumpahan emosi saja, but trust me they will be stronger, much stronger! This match was their debut in province level since this year is the debut of the league, jadi bisa dimaklumi kekecewaan itu sangat menguras emosi mereka, para anak-anak itu. Salute for you guys!
Hujan menangis... itu kata Anang si musisi, tapi benar deh! hari ini mendung dan hujan mengguyur deras, anugerah. Iya kan? seperti halnya hasil pertandingan hari ini, kalah atau menang hasilnya jelas, tapi yang pasti debut ini akan menjadi sebuah torehan prestasi bagi mereka. Kekalahan akan mengajarkan mereka tentang semangat dan usaha keras. Kekalahan akan menempa mereka jadi lebih tangguh dan pantang mundur. They will be much stronger! Love you guys!!!

Salute to you guys!!! bravo!!! 

* Hujan telah berhenti... mendung masih tersisa 


Tuesday, June 28, 2011

Gerbang 1/4 Abad dan serakan mimpi

Salam, readers ^_^
26 Juni selalu menjadi hari yang sederhana namun penuh letupan energi dan harapan untukku. selalu saja begitu! Dan tahun ini, 2011, aku memasuki usia 25 tahun! ha! sudah kian tua aku rupanya. Sudah memasuki 1/4 abad!! 
Kalu dihitung-hitung pula, ini berarti sudah dua tahun sejak aku meraih gelar S.Pd.I di Maret 2009 lalu, tapi, aih! cita-cita terbesar dalam beberapa tahun ini belum juga terkabulkan! Kuliah lagi! s2! 
Aku cuma anak kampung, yang terbiasa bermimpi, kawan. Tapi bukannya tak berusaha apalagi berdoa, tapi mungkin Sang Tuhan memang belum berkenan menjawab mimpiku di usia 23 dan 24 lalu. Aku iri, sangat iri dengan teman-teman yang bisa melanjutkan kuliah s2, bahkan tak sedikit yang kuliah di luar negeri, dengan beasiswa, seperti yang aku idam-idamkan. 
Sebut saja kakak seniorku yg kuliah di UNP, atau senior lain yang dapat beasiswa meski harus banting setir ambil jurusan perpustakaan di UI. Atau juga si Boy yang lagi s2 di UNP. Terlebih lagi teman-teman seangkatan penerima beasiswa IELSP 2008 yang juga banyak S2. Yang satu batch denganku ke Arizona ada si Gini yang s2 hampir kelar di UNP, atau si Arin yang s2 di Samarinda. Ada juga si Mu'ti yg ke Amrik, atau si Riza Aditya yang ke Korsel atau juga si Dedi yg lagi di Spanyol. Aih! mereka membuatku iri iri iri! sangat!

Tuesday, June 14, 2011

Elegi Rindu Kantong Kresek

Lagu sunyi mengalun, kau tak ada, sepi
kau dimana?
jejakmu pun tak kutemui lagi
mengapa diam saja?

Hendak kukemasi rindu ini
kumasukkan kedalam kantong plastik, kresek kata orang-orang
agar kelak kuikat kuat-kuat
lalu kuhanyutkan ke sungai belakang rumah

Mungkin hujan akan membawanya kepadamu disana
atau mungkin akan terdampar disuatu tempat tak bernama
atau setidaknya biar ia jauh dariku saja
agar aku lupa tentang rindu, tentangmu dan segalanya

Kau kemana? mengapa diam saja? lupakah kau dengan segala janji?
untuk seporsi pizza yang akan kita bagi berdua
untuk es krim yang akan kita nikmati bersama
atau juga untuk waktu luang yang akan kita habiskan di tepi pantai

Ah, sudahlah!
Kuletakkan saja rindu ini di dalam plastik hitam, kantong kresek
kujatuhkan ke sungai belakang rumah yang kini mengalir bersama pekat lumpur
mungkin akan sampai padamu, atau tenggelam dalam kubangan lumpur berisi biji timah

Saturday, June 11, 2011

Another trip... Kelenteng Dewi Laut on the top of the hill

 Salam, Readers ^_^
Coba lihat jepretan diatas! Indah, bukan? View yang indah ini memanjakan mata sesampainya aku di atas bukit Kelenteng. Yup! Diatas bukit itu, terdapat sebuah kelenteng yang dinamai Kelenteng Dewi Laut. Bukit itu sendiri terletak di Tanjung Bunga yang seolah menjadi pusat bertemunya dua pantai, pantai Pasir Padi dan Tangjung Bunga. View didalam foto diatas adalah view laut di pantai Pasir Padi yang bisa dinikmati dari atas bukit. Indah! iya, kan?? ^_^






Nah, jika anda sedang berkunjung ke Pangkalpinang, Bangka Belitung, jangan lupa singgah kesini, untuk sekedar menikmati keindahan arsitektur Kelenteng ini dan panorama alam perpaduan antara pantai dan berbukitan, sekaligus untuk memperdalam rasa toleransi keberagamaan ^_^

Friday, June 3, 2011

Sungai Rangkui; Kenangan masa kecil dan fakta sekarang

Salam, Readers ^_^

Sungai Rangkui yang membelah jantung kota Pangkalapinang dulunya merupakan tempat renang favoritku, jauh sebelum adanya kolam renang komersil di Kacang Pedang atau juga jauh sebelum masyarakat mengenal Tirta Tapta pemandian air panas di Pemali. Sungai Rangkui yang mengular sepanjang sekitar 7 kilometer itu dulunya adalah tempatku berenang diakhir pekan. Airnya yang jernih, dalam dan segar itu masih bisa kami, masyarakat sekitar sungai, nikmati. Tapi itu dulu! Ketika aku masih seorang anak sekolah dasar pada sekitar tahun 1993 sampai tahun 200an.

Monday, May 16, 2011

Take it or leave it!

Salam, readers ^_^
Hari ini adalah HARPITNAS! a.k.a Hari kejepit nasional... hehehe... makanya jadi aku punya hari libur 2 hari setelah weekend, hari ini dan besok! Masuk sekolah lagi hari Rabu nanti. What! bukan karena aku masih sekolah, tapi karena aku kan kerjanya di lingkungan sekolah... ^_^
Hari ini ceritanya aku disangka NGAMBEK!!!

ANEH!

Kita ini aneh ya..
di satu waktu kau dan aku pernah menjadi begitu lekat
ibarat bayangan, aku menjadi bayangan jiwamu, dan kamu adalah bayangan bagiku
tertawanya kita adalah tawa renyah, mesra, dunia saja mungkin iri pada kita
saat sedih, mataku menangis untuk rasamu sementara kamu akan melindungiku dari sedu sedanku
kita ini aneh ya...
karena ketika waktu berjalan seiring itu pula kita berubah
benar kata orang-orang itu bahwa waktu mampu mengubah segalanya
kita bak kutub magnet yang saling tolak menolak, tak lagi menjadi bayangan teduh
kita bak mulut yang terkatup ketika kata tak lagi mampu kita bagi seperti dulu itu
lalu kita masing-masing menjadi pecandu diam dan tergila-gila pada ketidakpedulian
dan di lain waktu kita makin menjadi akut dalam stadium terparah kediaman
tak peduli satu sama lain, menghilang bersama gerakan rama-rama yang hilang dalam pekat malam
kita aneh, lalu menjadi kian aneh, hingga kemudian kita menjadi asing...
ADAKAH YANG MAMPU MENJELASKAN GEJALA INI?
mungkin duniamu telah mengambilmu dariku, atau aku yang memilih meletakkan sekat antara dunia kita
aku mungkin yang mendiamkanmu saat aku muak padamu yang terpaku dalam hening yang membunuh
atau sesungguhnya kita sama-sama menjauh, ambil langkah untuk saling memutuskan menjadi orang lain
Aku mungkin lebih aneh lagi,
karena dalam kebingunganku aku menemukan fakta bahwa aku merindukanmu
menemuimu dalam tiap doaku dan tanya yang silih berganti
bahkan mimpiku kini kunanti karena mungkin disana aku akan menemuimu lagi
kau yang dulu menjadi bayanganku, dan aku yang tetap menjadi teduh bagimu...
Kita ini aneh ya...

Friday, May 6, 2011

Hening

Andai, apa yang dirasakan jauh lebih mudah difahami
jauh lebih sederhana untuk dimengerti
pasti yang namanya bicara tak akan sesulit ini
atau yang diam itu tak akan sepelik ini
Kadang, aku seringkali bertanya pada Matahari
mengapa ia bersedia tenggelam memberi ruang pada sang Bulan
Tak jarang aku berbisik pada angin yang bercengkrama dengan terik
mengapa mereka seolah meredupkan dominasi satu sama lain dengan adil

Kadang aku lupa bagaimana caranya berkata-kata
saat dimana hatiku atau bahkan jiwaku tak menemukan kata yang tepat untuk buka suara
Dilain waktu aku begitu mampu bicara lugas menebar semua aksara yang tak sulit dieja
berharap pada akhirnya ada sepotong kesefahaman yang dihidangkan sebagai hadiahku bersuara
Tapi mungkin para cendikia benar adanya
bahwa seringkali diam adalah emas dan sedikit itu berbahaya
aku ingin bicara tapi aku tak tahu banyak abjadnya
lalu aku memilih diam meski sebenarnya suara-suara lebih indah dari ini semua

Ini hening,
denting yang tak keluar dari dawai yang dipetik
ini hening
sunyi dari tala yang tak bersuara apalagi memekik

Hening...
Ini hening...

Sentilan dari seorang anak Kanada untuk DUNIA!!!

Salam, readers ^_^

-Unzur Ma Qola, Wa La Tanzur Man Qola- (Lihat apa yang dibicarakan, Jangan lihat siapa yang bicara)
Jika anda pernah mendengar kata bijak dalam bahasa Arab ini, maka tepat rasanya jika tulisan kali ini aku kaitkan dengan quotation tersebut. Ungkapan bijak ini merupakan nasehat kepada kita semua, bahwa isi pembicaraan adalah lebih penting dari sang pembicara.
Mahfuzot yang telah saya hafal sejak saya berada di bangku Madrasah Tsanawiyah ini mengisyaratkan bahwa meskipun yang berbicara bukanlah orang penting, tapi jika apa yang ia bicarakan adalah hal penting yang mengandung kebaikan, maka kita harus mendengar dengan baik lalu mengaplikasikannya.

Saturday, April 30, 2011

STUCK!

I'm looking for something
something usually blinking
here, in the deep of my mind
blowing trough the wind

I'm losing something
or may losing almost everything
something always glows
in every second the wind blows

I get Stuck!

Ah! Aksaraku membeku diujung jemari yg hampir kram berpeluh
Kuperintahkan imajiku menari bernyanyi
Tapi bahkan suara sengau-pun ia parau...
Ada yang bisa membantuku memungut abjad-abjad yang terserak ini?

Thursday, April 28, 2011

Past and Future: Ex and Seliger Russia

Salam, readers ^_^

It's been a week I left this stuff, my blog, behind since it seems I'm too lazy to write. Actually I got bunch ideas on my mind to express and share here, but sometimes I think some of them are not pretty cool to put here. Dang! I made such a selection what the appropriate things to put here. Some of them are about my dreams, my future, something I've been thinking of and even my past. But again I need to put them in a really appropriate thought before drawing 'em here.
Owh! Did I write "past" here?
Well, sometimes, without any means, I hate when some one talking about their bad past a lot, let's say in this case is 'ex-one' could be ex-friend or ex-boy/girl friend.

Thursday, April 21, 2011

Tikus: kali ini tentang motivasi peduli

Salam, readers ^_^

Belakangan ini aku terfikir untuk memposting setiap tulisan sekaligus dalam 2 bahasa; Indonesia dan Inggris. Hmmmm... tampaknya bagus juga untuk dikembangkan sekalian hitung-hitung latihan writing ^_^ Next project akan dicoba, insyallah.
Well, dari jam 7 tadi sambil duduk manis (kadang berbaring) di depan laptop Ion ku telingaku kumanjakan dengan dendang-dendang lawas kepunyaan Jikustik; Saat kau tak disampingku, Aku datang untukmu, Putri (pandangi langit malam ini), Setia, Akhiri dengan Indah, yang kemudian disusul dengan koleksi lawas Kla Project; Dinda dan Yogyakarta. Lalu lagu-lagu itu menggiring pada sebuah rasa. Kangen! ^_^ Kangen dengan satu sosok yang sekarang jarang terdengar gaungnya. Mungkin karena beliau sedang sibuk atau memang mungkin karena beliau tak lagi punya cerita untuk dibagi denganku. Hay hay... (kalau dirimu membaca ini, kawan, harusnya kau tahu kalo pulsa bonus 1000 smsku jadi jarang terpakai karena dirimu gak kirim sms dan bercerita ho ho ho ho ^_^).
Hmm, tadi seperti biasa buka-buka beberapa situs berita, dan seperti biasa situs Apa kabar dunia selalu jadi favoritku. Ngomong-ngomong tentang situs ini, tadi ketemu salah satu artikel yang aku fikir cukup menarik untuk disimak. Artikel ini bercerita tentang satu pelajaran moral (kalo dalam istilah Genre ini disebut dengan Coda ^_^) dari cerita seekor tikus. Hah! Tikus????? Yup! T-I-K-U-S

Wednesday, April 20, 2011

Diam

Seringkali aku benci diam tanpa bicara
diam yang memasungku dalam banyak tanya
membanjir mengalahkan linangan air mata
mengabut merabunkan cerah awan
Diam seringkali menyiksa jadinya
sementara terdiam mengikut jejakmu aku tak bisa
kau sepertinya begitu menyukai teka-teki ini, ya?
tanpa peduli aku terkorbankan dalam ritual tanpa nama
Aku benci diam!, kadangkala
meski disaat nanti aku akan seperti ini juga
saat aku muak bertanya
saat aku lelah menanti kau bicara

Sunday, April 17, 2011

Cornetto Choco Disc dan Mozaik Pak Balia disuatu sore

Salam, readers ^_^
Setiap peristiwa di jagat raya ini adalah potongan-potongan mozaik. Terserak di sana sini, tersebar dalam rentang waktu dan ruang-ruang. Namun, perlahan-lahan ia akan bersatu membentuk sosok seperti montase Antoni Gaudi. Mozaik-mozaik itu akan membangun siapa dirimu dewasa nanti. Lalu apa pun yang kaukerjakan dalam hidup ini, akan bergema dalam keabadian .... "Maka berkelanalah di atas muka bumi ini untuk menemukan mozaikmu!" (Pak Balia - Sang Pemimpi)

Thursday, April 14, 2011

Horoscope? So What???

Salam, readers ^_^

Horoscope?? anda percaya?? aku tidak! So what?? ada masalah dengan itu?? hehehehe...
Aku lebih percaya dengan melihat dan menyaksikan serta mengalami bin mengobservasi orang yang bersangkutan ketimbang harus bolak-balik merutinkan diri membaca ramalan zodiac yang bejibun betambun di banyak majalah, bahkan hampir semua web banyak yang mengekspos tentang ramalan zodiac itu dari mulai daily zodiac, weekly, monthly bahkan annually. Beuh! itu yang kumaksud dengan bejibun! ^_^
Tulisan ini hanya sekedar tulisan ringan yang terinspirasi beberapa teman yang membicarakan tentang horoscope a.k.a zodic itu. Well, masalah percaya atau tidak itu adalah urusan pribadi meski aku memang ingin menegaskan bahwa I don't believe in it, something you call as 'zodiac' or 'horoscope'. Secara sederhana, aku tidak meyukai ramalan ini karena memang sama sekali tidak percaya dengan ramalannya, apalagi kalau mesti mencocokkan jodoh hanya berdasarkan zodiak atau ramalan horoskop. Owh! No!
Setelah googling tentang apa sebenarnya hosorkop itu, saya menemukan ini:
horoskop adalah sebuah bagan atau diagram yang menggambarkan posisi matahari, bulan, planet-planet, aspek-aspek astrologis, dan sudut-sudut sensitif pada saat kelahiran seorang anak. Kata horoskop berasal dari bahasa Yunani, horoskopos (jamak: horoskopoi) yang berarti "mengamati", "memeriksa waktu", jam, atau "tanda (tanda-tanda) jam". Kata ini digunakan sebagian metode ramalan mengenai peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan waktu-waktu tertentu yang digambarkan dalam dasar-dasar astrologi horoskopis. Dalam penggunaan sehari-hari horoskop seringkali dihubungkan dengan penafsiran sang astrolog, yang biasanya dilakukan melalui sistem lambang-lambang astrologi. Dalam berbagai suratkabar dan majalah kita dapat menemukan kolom atau artikel yang memuat ramalan-ramalan yang didasarkan pada posisi matahari dalam kaitannya dengan hari kelahiran seseorang.

Well, selain karena aku memang tidak percaya ramalan bintang, menurutku ramalan bintang juga variatif. Ini tergantung sumber yang dibaca, dan sumber yang memuat tentang ramalan bintang juga tentu bergantung kepada sumbernya sendiri. Nah, wajar dong kalau kemudian beda sumber, maka beda pula penafsiran tentang ramalah horoskop yang pastinya juga beda hasil dan kaitannya dengan kehidupan seseorang. Maka, klop dah! aku meneguhkan diri sebagai bagian dari mereka-mereka yang tidak percaya dengan ramalan bintang, apalagi jika dikaitkan dengan jodoh, rezeki atau maut. Beuh! ^_^

Lalu, bagaimana dengan anda? Are u a zodiac-believer?


Sunday, April 10, 2011

3rd Day of Haengul and BBG, again

Salam, readers ^_^
I'm still dealing with Haengul a lot and it's rolling out of my head LOL... well, at least I've started to understand the basic concept. ^_^
Speaking of which, today I went to BBG again with my friends; Edwin and Ian. Some rambutans also accompanied us when we're waiting for the rain to stop falling down and then here they're, some pics:







Edwin @ the entrance path

Ian @ cow shed

on the bund
They are beautiful, aren't they? ^_^



Saturday, April 9, 2011

Ceremonial... Gak jadi Nobar deh...

Salam, readers ^_^
Pangkalpinang diguyur hujan malam ini, untungnya sejak jam 9.20 tadi aku udah sampai dengan selamat di rumah. Yup! malam ini keluar ke alun-alun kota a.k.a Lapangan Merdeka. Aku termasuk mahkluk yang jaraaaaaanggg banget keluar malam-malam apalgi malam Minggu, kecuali kalo tujuannya jelas dan menarik.
Nah, malam ini tadi rencananya mau nonton bareng film anak-anak indie dari Bangka Belitung. Karena yang ngajak itu teman yang kemaren ikutan seleksi PPAN juga, yang kemudian terpilih jadi peserta SSEAYP, si Edwin, plus temannya, si Ian, yang juga ngajak teman-temannya, maka aku ikutlah mereka-mereka itu ke alun-alun.
Wudu dahsyat! biasa malam Minggu jalanan ruammmeee bangettt... apalagi banyak ABG-ABG yang pada was-wus aja ngendarain motor seenaknya aja (salah satu alsan aku jadi males banget keluar malam Minggu) makanya pak polisi juga pada banyak bertebaran di jalan-jalan. In short, sampailah kami di alun-alun kota, lapangan Merdeka, yang udah dipenuhi dengan warga yang mau ngeliat acara yang sama atau sekedar-sekedar kongkow sama keluarga dan kerabat. Yang paling banyak emang remaja dan Abege-abege gitu sih... bahkan banyak pula anak-anak usia sekolah dasar yang hadir, secara emang acara nonton barengnya adalah film anak-anak.
Tapi sangat disayangkan, banyak banget rangkaian acara ceremonialnya, sambutan ini lah, dari bapak itu lah, dari pihak ini lah... belum lagi penampilan modern and Malay dance dari anak-anak SD dan beberapa petatah-petitih lainnya, alhasil udah jam 9 tapi film yang dijanjikan untuk diputar dalam acara nobar ini belum juga diputar! Sementara hujan gerimis sidah mulai jatuh satu persatu. Maka dengan kecewa berat, mau tidak mau harus pulang karena udah jam 9 malam. Huh!!!!! kecewa!!!! gara-gara acara-acara ceremonial yang gak terlalu penting, acara utama malah gak bisa dinikmatin. SUEEBBBBEEELLL!!! Masa ke alun-alun cuma buat beli dan makan pop corn dan kembang gula plus kacang rebus aja??? Tau gitu, mending dirumah aja sambil internetan kan.... huhhh!!!!


Hoooaammmm.... grrrrr!!! @_@
ngantukk.... See ya then

Dee

Friday, April 8, 2011

#Day 1: Hangeul = more complicated than Arabic and English

Salam, readers ^_^
Baru saja sempat duduk manis di depan si Ion tersayang setelah tadi ngajar private siswa kelas 3 SMP yg mau ngadepin UN dan ketemu si Edwin yang mau pinjem buku Toefl. Tadi juga sempat liat aksinya Briptu Norman yang lagi naik daun karena videonya diunggah ke Youtube dan memang aslinya juga bagus suaranya, nah baru deh bisa duduk manis bareng si Ion. ^_^
Eits! coba lihat <------ ada foto apa....??? hehehe... jadi tadi siang ceritanya aku ke Gramedia buat berburu beberapa buku percakapan bahasa Korea. Mau belajar bahasa Korea secara otodidak. Yaaaa.... setidaknya agar tau gimana menyapa orang-orang Korea nanti, apalagi kalo ada host fam atau setidaknya ngertilah dikit-dikit kalo ada yang muji-muji ngerumpiin aku... heheheh... (nasrsis stadium 1 ^_^). Tapi ternyata... Korea syusyaaahhhhhhh euy!!!! hiks... it's more complicated than Arabic and English.... apa mungkin karena aku belajar otodidak tanpa guru kali ya yang bikin jadi kelihatannya susah buanget??? ((^_*))
Satu hari ini belajar Bahasa Korea gak ada yang nempel kecuali hana, dul dan set yang artinya 1,2 dan 3 heheheheh... Dari tadi cuma baca-baca beberapa percakapan dan denger kaset cd nya berulang-ulang... eh, bukannya masuk ke otak, malah ketiduran... zzzzz....zzzzzz.... bangun-bangun langsung kabur mandi karena mesti ngajar lagi demi sesuap nasi dan sebongkah berlian.... hehehhehe
Yang udah aku baca sih tentang tata bahasa Korea ini adalah bahwa, ada 3 prinsip dasar yang harus diperhatikan:
  1. Penghilangan subjek dan/atau objek
  2. Susunan kata. (katanya sih lebih fleksibel dari pada susunan kata dalam bahasa Inggris)
  3. Tingkatan kesopanan berbicara. Dibagi kedalam beberapa sub, yaitu: bentuk sopan formal, bentuk sopan informal dan bentuk penghormatan
Wuah! pusing aku dibuatnya! belum lagi kalo mau ngapalin tulisannya. aksaranya aja ada 40 karakter yang terdiri dari 10 huruf vokal tunggal, 11 huruf vokal gabungan, 14 konsonan tunggal dan 5 konsonan ganda! Gubrak!!!!! Bahasa Arab aja hurufnya lebih sedikit! Huaaaaaa!!!!! some body help me pleaseeeeeeeeeeeeeeeeeeeee.... ^_^
Trus, setelah difikir-fikir, untuk hari pertama, cukup itu dulu deh yang dibaca hihihihi. Pas bingung-bingung aku searching aja video di Youtube dnegan kata kunci IKYEP yang merupakan singkatan Indonesia Korea Youth Exchange Program, lalu... taraaa!!!! ketemulah aku dengan video ini...


Dan lalu... wusshhh!!!! zruupppp!!! semangatku kembali menderu-deru! imajinasiku terbang ke Seoul... rasanya aku suda meletakkan satu kaki disana ketika menikmati video ini... cooooollllll!!!!! kereeeeeeeeeeennnnnnnnn!!!!! Aku, dalam imajinasi di otakku, tiba-tiba menjelma dengan busana Hanbok yang keren ituuuu.... bermain-main dengan daun-daun yang meranggas berwarna keemasan ittuuuuuu..... aku yang ada di setiap frame dalam video itu...... heheheh.... Upsss!!! (Sabar Dee.... akan tiba waktumu untuk merasakan semua anugerah itu... ^_^)
Aha!!! Rasanya kembali terpacu semangat untuk belajar bahasa Korea lagi... walaupun otodidak, semoga ada yang lekat diotakku dengan awet selain saranghaeyo, ghamsamnida dan annyeonghaseyo itu... hehehe...
South Korea....... wait for me! I'll be there soon....!!!

Dee ^_^


Thursday, April 7, 2011

Arai dan 2 Hari melelahkan dan indahku




"Bermimpilah, maka langit akan memeluk mimpi-mimpimu" - Arai

Salam, kawan...

Sepenggal kalimat ini bagiku bermakna lebih dari sekedar tulisan yang diprint rapi sebagai sebuah bagian dari sebuah novel. Kalimat ini bagiku lebih dari sekedar baris kalimat pemanis dalm sebuah novel agar terdengar dan terbaca lebih dramatis. Tapi sungguh, sepenggal kalimat ini adalah salah satu motivasi yang kutancapkan kuat-kuat di dasar hatiku agar akarnya segera tumbuh subur dan kemudian batangnya kokoh tertancap di sanubariku dan daunnya menghijau memayungiku dari matahari 'aral melintang' yang memanggang semangatku hingga berpeluh.
Sepenggal kalimat ini pula yang melecut semangatku untuk tak pernah berhenti mengejar mimpi sehingga sekecil apa-pun kemungkinan yang ada, sebisa mungkin akan kujalani, sebaik mungkin akan aku perjuangkan, dan meski banyak yang belum sukses, namun tak sedikti yang kemudian langsung tunai diganjar Allah Sang Khalik dengan kesuksesan yang begitu manis rasanya.
Kawan,
Lelahku belum lenyap dari badanku ketika tulisan ini kuketik. Bahkan, jari-jari kakiku beberapa kali kram menyakitkan ketika tulisan ini kuketik, tapi itu semua indah bagiku, manis di lidah rasa jiwaku. Allah sungguh tak pernah luput mendengar doa-doa hambaNya.
Setelah selama 2 hari berjibaku dengan wkatu dan banyak tes, pada akhirnya aku bersyukur ditemukan dengan orang-orang yang luar biasa, mereka itu teman-teman baruku yang semuanya adalah pemuda-pemuda mengagumkan propinsi Bangka Belitung ini.
Latar belakang yang berbeda dari segala penjuru, baik itu sosial, ekonomi, pendidikan bahkan Justify Fullagama dan usia tak membuat mereka kemudian mengkotak-kotakkan diri dan membatasi diri untuk berbaur satu sama lain.
Mereka semua, pemuda-pemudi itu, adalah sosok-sosok menyenangkan. Ada Yudha yang lincah, ekspresif, kreatif dan lucu serta memiliki sense of humor dan art yang luar biasa selalu mampu menghangatkan kembali semangat yang mengkerut kedinginan oleh keringat nervous. Ada Anca si Bujang Pangkalpinang yang menghibur dengan gayanya sendiri. Hari yang dengan suara baritonnya selalu mampu mengimbangi joke-joke yang berlontaran dari banyak suara. Ada juga Edwin, Rozak, Davis, Bias, dan Bang Riza yang tak segan-segan membaurkan diri diantara semuanya, bertepuk tangan meriah ketika ada yang mesti dihargai, tertawa terbahak saat ada kelucuan yang mengocok perut, berdiskusi seru tentang peran pemuda dan kepemudaan bahkan hingga tentang politik dan pulau-pulau indah di kepulauan Bangka Belitung ini. Mereka adalah sosok-sosok visioner yang menginspirasi.
Sementara dari kaum hawa, para pemudi, selalu dihebohkan dengan kolaborasi Amel, Nesya, Destry dan Kefi yang heboh dan energik, yang tak segan-segan berbagi cerita tentang banyak hal. Seperti Amel dengan organisasi Parlemen Anak-nya, Kefi dengan curhat-curhatannya, Nesya dengan jokenya, Destry dengan cerita heboh dan humornya. Semua membaur, tumplek-blek jadi satu, menghibur!
Kaum hawa di kegiatan seleksi PPAN ini semakin heboh dengan adanya sosok-sosok lain; Isfarina, Erda, Aisyah, Dwi Ratna, Itoh, Dilla, Mira dan lain-lainnya (yang gak disebut jangan cemberut... heheheh) yang juga tak segan membuka mulut untuk bersuara baik itu tawa, tanya maupun mengikuti gerakan tari ala K-Pop yang dikomandoi oleh Yudha.
Sungguh, dua hari melelahkan ini adalah hari yang merupakan anugerah tak hingga. Pastinya aku akan merindukan kalian, guys. Semoga silaturrahmi kita selalu terjaga hingga habis masa dunia.
Kawan, aku tak akan pernah berhenti bermimpi, karena aku banyak belajar dari mimpi-mimpiku bahkan hingga berjumpa kalian semua. ^_^ I'm gonna miss this moment like crazy, pals....

Well, I got to go bed now, I'm too tired ^_^



Monday, April 4, 2011

Antara Fenomena Ikal, Arai, Alif dan Aku

Salam, readers... ^_^
Pengen sekali sebenarnya aktif ngeblog secara teratur setiap hari, tapi karakter ideku yang cepat menguap jika tidak segera ditulis adalah salah satu hal yg dari dulu tetap saja masih melekat tak mau pergi dari diriku, padahal tidak pula aku bisa siap sedia siaga di depan si Ion atau Asusku setiap waktu untuk megikat ide-ide itu. Parahnya lagi, meski aku tuliskan di buku, tak pula aku selalu pegang buku keman-mana dan dimana-mana. Jadilah begini, ngeblog yang belum teratur... he he he...
Tulisan kali ini adalah saripati dari monologku dengan nasibku sendiri dalam beebrapa hari yang kian menjadi-jadi saja. Tapi sebelumnya, aku mau pamerin si Platy, boneka horta platypusku yang sudah tumbuh 'rambut' sejak beberapa minggu ini.

my 2-week-old Platy before her hair get cut

after her hair get cut

Sebenarnya pengen potong 'rambutnya' dengan gaya mohawk atau spike, tapi ntar dia terlalu macho bin maskulin, jadi biarlah gini aja dulu, ntar kalo 'rambutnya' dah mulai panjang dan lebih lebat bakal aku potong lagi. Syukur-syukur kalo bisa di kasih jepit rambut atau dikepang. Ha ha ha ha...
Next, apa yang tengah bercokol di benakku sekarang adalah tentang kisah-kisah manusia-manusia inspiratif yang aku kenali mereka dari beberapa novel best seller dalam negeri, Sang Pemimpi (buku ke 2 dari tetralogi Laskar Pelangi, karya Andrea Hirata, yang keduanya, baik Laskar pelangi maupun Sang Pemimpi telah diangkat ke layar lebar dibawah Miles Film dan Mizan Production) dan Ranah 3 Warna (Buku ke dua dari tetralogi Negeri 5 Menara karya A. Fuadi). Sungguh, tanpa dibuat-buat mimpi-mimpi 'nyeleneh' ketiga tokoh dalam novel-novel itu seperti menyentil-nyentil diriku yang juga memimpikan hal 'nyeleneh' yang sama; kuliah di luar negeri (Amerika, Australia atau Eropa) meski ketika itu tak tahu entah bagaimana caranya untuk menggapai itu.
Kusamakan diriku dengan 'Alif', sang tokoh utama dalam trilogi Negeri 5 Menara. Aku yang juga dibesarkan dilingkungan 'tahan banting' Pesantren, tepatnya di sebuah Pon-pes di Indralaya PPI tercinta, yang juga berkawan karib dengan sallathoh rohah yang juga menjadi menu hampir saban hari di Pesantren tempatku dididik atau menu tambahan Makrunah yang dikategorikan sebagai makanan sedikit berkelas pada masa itu. Aku juga Kerap kali menikmati malam dengan terkantuk-kantuk 'dihukum' karena namaku masuk dalam daftar para jasus intelijen Qismul-Lughoh sampai larut malam meski kemudian ketika Aliyah justru aku lah yang kemudian dipercaya menjadi panitera putri untuk Mahkamah Lughoh, sebuah jabatan prestisius tertinggi diantara para santriwati yang langsung berada dibawah garis komando Kepala bagian Bahasa tertinggi. Badge berbentuk bintang segi lima berwarna biru seolah menjelma sebagai sebuah trophy yang menghibur dukaku yang selama di MTs cukup rajin menjadi pesakitan di Mahkamah Lughoh bahkan sampai merasakan hukuman dipukul dengan tangkai sekop plastik dan rotan berkali-kali. Sungguh, bukan aku sengaja melakukan pelanggaran-pelanggaran itu, apalagi seringkali catatan yang diserahkan jasus kepada hakim hanya berisi satu dua patah kata remeh temeh yang tanpa sengaja meluncur dari mulutku dalam kurun waktu 24 jam saban hari itu. Tapi dari kepopuleranku masuk mahkamah itulah kemudian aku terpecut bagai singa luka untuk lebih giat belajar bahasa asing Arab dan Inggris, dan kubuktikan itu ketika Imtihan Khas aku mencapai nilai tertinggi untuk Bahasa Inggris serta berkali-kali menjuarai lomba pidato bahasa Inggris. Disamping itu, bahkan untuk beberapa sisi aku juga punya cerita yang memilukan bahkan mengenaskan tentang usaha mempelajari bahasa, Arab dan juga Inggris mati-matian dengan extra miles yang menguras tenaga dan fikiran bahkan sempat menindih batinku.
Aku juga rasanya tak jauh beda dengan Alif yang justru bermimpi menginjakkan kaki di benua Amerika. Disaat banyak alumni pesantren tempatku mondok bahkan teman sekelasku di M.A.K bermimpi untuk melanjutkan kuliah ke Kairo, Yaman , Syiria, Makkah, Madinah atau Sudan aku justru berangan-angan dan memohon pada Tuhan agar dapat melanjutkan pendidikan ke benua Amerika atau Australia juga Jepang. Disaat teman-temanku sibuk menghafalkan ayat-ayat Al-Qur'an agar mereka memiliki modal menempuh beasiswa ke Timur Tengah, aku justru sibuk berkorespondensi dengan mengirim surat ke kedutaan-kedutaan besar negara-negara asing di Jakarta untuk sekedar memperkenalkan diri dan mimpiku dan memohon dikirimi sekedar brosur, kamus saku atau buku-buku berbahasa Inggris tentang budaya negara-negara nun jauh diseberang negeriku itu. Atau pula, ketika teman-temanku berlomba-lomba mengikuti pelatihan Naghom, seni baca Al-Quran dengan segenap variasi lagunya, aku justru keranjingan lagu-lagu Backstreet Boy dan Westlife yang kudengar dengan cara mencuri-curi kesempatan menyimak dari radio di walkmanku yang selalu kujaga agar tidak ketahuan apalagi disita oleh pihak Keamanan dan Kesantrian.
Aku juga merasakan perjuangan Ikal dan Arai seolah-olah mengomporiku untuk tetap berani bermimpi, berani berlari mengejar mimpi dengan memanfaatkan segala peluang yang ada. Aku belajar dari kegigihan Arai dan Ikal demi mewujudkan cita-cita 'gila' dari anak-anak pulau yang bahkan melihat iklan film bioskop-pun ternganga-nganga. Arai dengan segala jumpalitan ide liarnya menyentilku untuk tetap optimis bahwa Tuhan tentu mendengar segala pinta hambaNya bahkan yang hanya terbersit didalam hati sekalipun. Ikal yang dengan emosinya yang pasang surut memompaku untuk belajar meyakini impian yang dibagikan seorang Arai dan memupuk jiwa optimisme bahkan ketika dibombardir tanpa ampun oleh pesimisme yang datang seenaknya saja.
Aku, salah satu sosok yang berjalan sedikit diluar arus, tetap saja bertekad mengejar mimpi. Apalagi Tuhan dengan segala sifatnya dzatnya yang Maha Pemurah pernah menjawab kontan mimpiku untuk menjejakkan kaki di Amerika dan Jepang melalui beasiswa yang kudapatkan di 2008 lalu. Ya! aku memang hanya menjejakkan kaki di Jepang hanya sebatas Narita Airport, tapi bagiku itu adalah tetap bagian anugerah terindah dari Allah padaku sang pemimpi kecil ini. Aku tetap bisa menikmati aroma sushi yang ketika masih di kelas 3 MTs hanya kulihat gambarnya dari brosur yang dikirim pihak kedutaan Jepang kepadaku. Selama beberapa jam transit di Narita Airport aku seolah telah melihat gunung Fuji meski sebenarnya yang kulihat hanyala neon-board yang bergambar gunung Fuji bertuliskan Yokoso Japan! itu. Selama hampir 4 jam transit itu aku bisa merasakan betapa bersihnya Jepang hanya dnegan mengagumi rest room bandara yang bersih bahkan kinclong dan rapi mewangi serta tidak ada genangan air sedikitpun di lantainya. Aku memang cuma baru menjejakkan kaki di Narita Airport saja, tapi insyaallah, suatu hari dengan IzinNya aku akan berada di Jepang dalam hitungan hari, minggu bahkan bulan dan tahun jika Allah yang Maha Pengabul Doa kembali menjawab kontan doaku.
Aku ingat, rasanya tak banyak alumni Pesantren tempatku dididik itu mengambil jurusan bahasa Inggris, tapi aku justru termasuk segelintir orang itu. Teman-temanku banyak di IAIN Raden Fatah, UIN Sunan Kalijaga, UIN Syarif Hiyatullah, Al-Azhar Kairo, sementara aku harus berpuas diri di STAIN Curup karena keinginanku ke UIN Sunan Kalijaga tidak direstui keluarga karena jarak yang jauh. Tapi justru dari sana, kampus kecil yang terletak di daerah dingin itu yang kemudian membawa kakiku melangkah ke Jambi, Padang, Bandung, Banten, Jakarta bahkan lalu ke Tucson, sebuah kota di Negara bagian Arizona di Amerika Serikat.
Dari kampus kecil itulah aku kemudian merasakan sensasi terbengong-bengong menatap sebuah rumah di University Boulevard di Tucson yang mirip dengan rumah bergaya Eropa yang pernah kujadikan latar belakang sebuah fotoku yang merupakan hasil eksperimen ketika aku belajar photoshop untuk yang pertama kalinya. Foto hasil photoshop yang masih kasar itu adalah manifesto dari kegilaanku yang ditarik oleh mimpi-mimpi sejak aku masih di bangku Madrasah Tsanawiyah. Luar biasa sekali ketika beberapa bulan kemudian (sekitar 6-7 bulan) aku melihat rumah yang mirip dengan rumah di hasil rekayasa photoshop kasarku itu berada nyata di depan mataku di Tucson ketika itu.
Aku juga menjadi saksi bagaimana hebohnya pertarungan Obama dan rival politiknya memperebutkan kursi No. 1 Amerika Serikat itu di televisi lokal Amerika bahkan melihat pernak-pernik kampanye mereka yang kutemui di beberapa sudut kampus University of Arizona dan di Tucson. Dari langkah kecilku di kampus sederhana bersahaja STAIN Curup itulah aku kemudian menikmati perjalanan selama 32 jam dari Jakarta ke Amerika sehingga memberikan kesempatan padaaku untuk sekedar melongok Thailand, Jepang dan Los Angles.
Mimpi-mipi besarku memang belum sepenuhnya diijabah oleh Allah, tapi aku tak pernah menyerah, belum! dan tak akan! Kegagalanku untuk lolos dalam 2 kesempatan penjaringan penerima beasiswa S2 ke luar negeri beberapa bulan lalu tak menyurutkan apalagi mengering-kerontangkan mimpiku. Justru kini aku tengah menyulam mimpi yang baru karena aku yakin Allah di singgasana Arsy-Nya selalu mendengar pintaku dan melihat usahaku. Ia akan mengabulkannya, insyaallah. Mungkin esok, tahun depan, dua tahun mendatang, atau bertahun-tahun mendatang melalui keturunanku. Ia akan mengabulkan doaku, pintaku dan setiap pinta hambaNya yang meminta padanya.
Ikal, Arai, dan Alif adalah sosok-sosok yang kusandingkan dengan mimpi-mimpiku. Mereka memulai mengecap manisnya impian yang terwujud dengan meletakkan batu pertama kesuksessan, mimpi!
Rocket Boys, pelajar-pelajar muda dalam film October Sky yang kutonton berkali-kali di CESL pada mata kuliah Speaking juga mengajarkan padaku untuk tidak pernah takut membangun impian. Karena impian itu yang mengawali terbukanya jalan untuk meraihnya. Rasulullah, dengan impian beliau akan masyarakt Madani juga adalah legenda hidup yang selayaknya menjadi panutan semua manusia, tak terkecuali aku, bahwa percaya dan teguh hati adalah termasuk diantara syarat diijabahnya impian. Bukankah ketika kita selalu berprasangka baik pada Allah, maka Allah akan menganugerahi kita seperti prasangka baik kita kepadaNya?
Aku percaya, where there is a will, there is a way! dan aku tengah merintis dan membuka jalan untuk sampai disana. Allah, peluklah mimpi-mimpiku dan mimpi setiap mereka yang percaya bahwa Engkau Maha Pengabul. Amin


Readers, sudah malam. Mungkin malam ini aku akan beruntung bermimpi berada di dekat patung Liberty, atau melihat sakura mekar, atau duduk santai menikmati si Nyonya Besar Eiffel Tower atau mungkin menggendong bayi kangguru sambil menikmati kemegahan Opera House di Sydney. ^_^


Friday, April 1, 2011

Beda Masa, Beda Cara

Dear all...

Mulai hari ini di kota tempat ku tinggal, Pangkalpinang, mulai diberlakukan one way direction untuk beberapa ruas jalan protokol. Hal ini berlaku untuk tiga bulan ke depan sebagai masa percobaan. Ugh! Repot!!! mesti putar sana sini hanya untuk mencapai satu tujuan. Ribet! Tak Justify Fullayal, di tempatku kerja hampir semua orang membuka obrolan tentang betapa repotnya kebijakan jalan satu arah yang katanya dibuat untuk mengatasi kemacetan di kota ini. Dari mulai satpam, karyawan, sampai ke siswa-siswa di kelas pun membahas hal yang tak jauh berbeda tentang Betapa merepotkannya One way direction ini! ^_*
Speaking of which, hari ini terik banget! mataharinya galak banget! heheh padahal pagi tadi hujan mengguyur kota ini yang kemudian membuat betah ngalor-ngidul ngobrolin banyak hal bareng umi, kakak perempuan dan adik laki-lakiku satu-satunya. Bicara tentang hidup, tentang masa depan, tentang masa lalu juga. Kenang dikenang, jadi pengen ngeblog tentang satu hal deh. Let say ini adalah apa yang aku namakan Beda masa, beda cara ^_^
Yang saya maksudkan adalah cara memanjakan diri. Yups! Wanita adalah mahkluk yang identik dengan sifat manja maka dari itu memanjakan diri adalah yang erat kaitannya dengan mahkluk yang dinamakan an-nisa dalam bahasa Arabnya atau juga female, woman dalam bahasa Inggrisnya.
Tadi siang, bersama dengan kakak perempuanku, kami mengadakan sedikit acara memanjakan diri dengan tujuan 'salon' setelah dinilai cukup puas ngobrol banyak hal dengan keluarga minus ayah yang memang harus ngantor. Yup! salon yang notabene nya adalah tempat orang memanjakan diri untuk banyak alasan itu jadi target di hari ini. Sayangnya, terbatasnya waktu yang ada memaksaku hanya memilih treatment facial saja, padahal sebenarnya pengen sekalian di creambath juga. Alasan utamanya karena memang keterbatasan waktu yang tadinya juga karena salonnya penuh jadi harus menunggu hampir 1,5 jam. Maklum, aku yang berjilbab dan juga kakakku yang berjilbab merasa lebih nyaman melakukan perawatan di salon khusus muslimah yang sayangnya sangat terbatas keberadaannya di kota ini. Jadilah hari ini sukse s menunggu selama 1,5 jam demi sebuah treatment yang beken dengan nama 'facial' minus creambath. Oho! Rasa-rasanya ini yang membuatku tergelitik untuk mengenang cara-cara yang biasa aku lakukan untuk memanjakan diri.
Dulu, sebelum bergaul dengan kesejukan salon khusus muslimah, aku punya banyak cara untuk memanjakan diri yang kesemuanya itu tergantung dengan situasi dan kondisi. Cara pertama, ketika aku menjalani pendidikan di sebuah Pondok Pesantren Modern di wilayah Ogan Ilir Sum-Sel (PPI tercinta). Pada masi ini cara yang paling sering aku lakukan ketika ada waktu yang bisa dinikmati untuk memanjakan diri adalah dengan TIDUR! ^_^
Tidur ketika itu adalah salah satu cara memanjakan diri terfavorit, secara para santri seperti diriku ini memang seringkali memiliki jatah tidur yang tidak banyak, hanya dari jam 11 malam sampai 4.30 subuh. Itu pun kalau tidak ada banyak PR atau terjaring 'pengadilan bahasa' yang harus dijalani gara-gara masuk dalam daftar intelijen dalam kategori pelanggaran berbahasa resmi; Arab dan Inggris. Tak ayal, jika ada suasana yang sedikit merdeka, maka pilihan untuk TIDUR adalah hal yang tepat untuk memanjakan diri. ^_^ murah meriah, bukan?! (he he he)
Itu kisah ketika aku yang imut masih belajar di bangku MTs alias sekolah menengah pertama. Masa yang berbeda, maka cara yang berbeda pula yang ada. Ketika kemudian aku mulai duduk di bangku Madrasah Aliyah (sederajat dengan SMA cing...) aku memiliki cara lain untuk memanjakan diri. Masa di bangku MA adalah masa yang cukup elit buatku, secara ketika itu mulai tenar dan populer bercokol di organisasi intra sekolah yang dinamakan OSPI. Tak tanggung-tanggung ketika itu aku juga memiliki jabatan sebagai ketua asrama lalu kemudian naik derajat menjadi Mudabbiroh (penanggung jawab asrama). Nah, posisi yang lumayan elit itulah yang kemudian juga mempengaruhi cara memanjakan diri yang berbeda. Lebih elit daripada sekedar tidur di asrama. Shopping dan the most often is window shopping!!! (aku bubuhkan tiga tanda seru untuk mendapatkan kesan lebih tegas pada poin ini. he he he...)
Pengurus OSPI dan pengurus Asrama memang memiliki akses yang sedikit lebih mudah untuk masalah perizinan keluar wilayah pesantren. Entah itu untuk dengan alasan piket bagian kesehatan mengantar siswa yang sakit berobat ke dokter praktek langganan pesantren, entah itu sembari memfoto-copy berkas-berkas organisasi atau handbooks yang tebalnya udah tebal buanget, atau urusan lain-lain sebagainya yang tak jauh-jauh dengan tanggung jawabku dibeebrapa posisi dan kegiatan. Nah yang paling sering dimanfaatkan untuk sambil window shopping dan shopping beneran adalah ketika izin untuk memfoto-copy atau belanja kebutuhan asrama dan organisasi. Buku-buku atau berkas-berkas seabrek itu ditinggalkan saja di tempat foto-copy yang tak jarang memakan waktu dalam hitungan jam tergantung banyaknya yang harus di foto-copy. Abang foto-copy nya bekerja, aku dan teman-pun jalan-jalan ke wilayah sekitar. Yang paling sering sih di wilayah timbangan 32 Indralaya saja atau di pasar Indralaya yang di dekatnya ada sungai yang mengalir. Acaranya hanya keluar masuk toko-toko buku dan pakaian muslim-muslimah. Entah beli bross, manset tangan, jilbab, buku bacaan atau novel-novel serta buku kumcer, atau sekedar window shopping saja ketika kantong dalam keadaan kembang kempis di akhir bulan. Lalu, petualangan biasanya akan ditutup dengan satu porsi model atau tekwan atau empek-empek palembang dan segelas jus alpukat atau jus orange kesukaanku. Lumayan! those are on the shake of perbaikan gizi, cuci mata, refreshing otak, sekaligus menyuplai udara segar wilayah dunia diluar pagar Pesantren yang menjulang. Pada masa itu, cara memanjakan diri seperti ini adalah bagian indah dari balik kisi-kisi perjuangan seorang santri seperti aku ini dengan catatan, jangan melebihi jam izin yang diberikan, unless bisa berabeh. (ssstttt.... pernah juga tanpa disengaja terlibat acara copy-darat dengan santri Pesantren sebelah yang ngajak aku kenalan waktu ambil bagian di aksi damai ketika itu., kisaran tahun 2003 kalo gak salah. ha ha ha... untuk yang ini, tak usah diulas deh) ^_^
Selanjutnya, gaya memanjakan diri berikutnya adalah ketika aku mulai memiliki status sebagai Mahasiswa. Aku menghabiskan waktu di bangku kuliah di STAIN Curup, kota asal umiku, di kabupaten Rejang Lebong propinsi Bengkulu sana.
Menyandang status mahasiswi tak lantas membuatku akrab dan leluasa keluar masuk salon. Ketika itu, tangan ini masih menengadah kepada IMF tunggal, kedua orangtua. Sayang rasanya kalau uang jatah bulanan yang dikirm harus dialokasikan beberapa lembar untuk stylish dan therapist di salon he he he... ini prinsip hidup saya. Ketika semester 5, aku mulai memiliki pemasukan tambahan dengan bekerja part time di lab komputer dan internet kampus lalu kemudian part time job ku mulai merambah ke dunia penyiaran radio komunitas kampus lalu pemasukan juga sedikit bertambah dari hasil peras keringat mengajar private bahasa Inggris. seorang dokter dan anaknya yang masih SD ketika itu Uang saku yang beberapa kali saya terima dari mewakili kampus dalam beberapa event regional maupun nasional atau hadiah uang tunai selepas memenangkan beberapa lomba pidato bahasa Inggris atau puisi atau juga uang beasiswa prestasi yang secara rutin aku terima setiap tahun plus supersemar pada 1 tahun terakhir-pun tak lantas membuatku rela membagi rezeki kepada para karyawan salon. karena saya lebih suka melakukan perawatan diri dengan mandiri, cukup beli shampo dan conditioner sendiri, lulur, atau sesekali membeli produk masker yang tersedia di swalayan setempat atau dengan sedikit bersusah payag berkreasi dengan alpukat, lidah buaya, atau juga mentimun dan kentang (biasanya usaha ekstra ini aku lakukan selepas mengikuti kegiatan kemah atau hiking yang memang adalah salah satu outdoor activities kegemaranku). Mandiri sekali, bukan? ^_^ Intinya adalah, aku lebih suka mensaving uang-uang seseran itu untuk keperluan lain, membeli keperluan kuliah, atau memilih 'membandar' (mentraktir) adik-adik sepupu saya yang masih imut-imut untuk sekedar makan fried chicken di Happy World, bakso dan miso paha ayam di Mang Midi, de-el-el. Tidak terlalu istimewa, tapi setidaknya itu adalah bagian dari cara saya memanjakan diri disamping dengan memasak makanan spesial untukku dan nenekku yang memang pada waktu itu aku tinggal bersama nenek yang sudah berusia kurang lebih 80 tahun. Makanan spesial itu bukan pizza atau spaghetti atau risoto atau pula makanan negara asing lainnya. Menunya paling hanya ikan mas besar yang saya beli di Pasar Ate, atau ikan patin, ayam atau kadang ditambah beberapa panganan lainnya. Bukan karena tidak pernah makan ayam atau ikan, tapi keistimewaannya adalah kuantitas yang dibeli. Untuk ukuran kami berdua, aku dan nenekku, ayam atau ikan 1/2 kg itu sudah banyak! bisa untuk lauk makan 2-3 kali masak, apalagi kalau 1kg utuh! Ha ha ha... ini namanya menyenangkan diri sendiri dan orang lain = memanjakan diri sendiri.
Bicara tentang memasak makanan spesial sebagai bagian dari self treatment yang kerap dilakukan, aku jadi teringat tentang masa kelanaku selama dua bulan di negeri Paman Sam, tepatnya di state Arizona, persisnya di kota Tucson.
Selama dua bulan disana, aku tetap setia memilih cara ini untuk memanjakan diri, meski tak jarang aku juga melakukan ritual jalan-jalan ke beberapa tempat di Tucson, yang paling sering ya ke Walmart, Best Buy, Target, Fry's, Everything's 1 Dollar, ke deretan toko-toko di sepanjang 4th Ave atau ke taman-taman yang ada di hampir setiap beberapa blok di seputar Downtown atau di sepanjang North Stone road atau juga ke Presidio. Menu-menu yang aku masak juga sebenarnya menu sederhana, hanya saja karena tengah berada di negeri orang, maka menu sederhana-pun menjadi hal yang istimewa.
Alasan memanjakan diri dengan memasak makanan spesial itu pula yang membuat aku lebih sering berbuka puasa di apartemen saja sementara semua teman Arizoners 4 yang muslim memilih berbuka puasa di Islamic center saban hari tak terkecuali di hari Sabtu dan Minggu. Sementara bagiku jadwal buka puasa di setiap Sabtu dan Minggu lebih sering dilakukan di apartemen, di kamarku yang bernomor 3505 jika tidak ada undangan makan di cafe bersama host family. Menu yang dimasak memang ampuh membuatku merasa homy meski tengah berada di negara orang pada musim panas yang sangat amat menyengat, di negara bagian yang didominasi gurun gersang, gunung batu dan udara yang panasnya amat sangat tidak menyenangkan kulit Asia-ku ini. Pisang goreng, bakso ala aku sendiri, cap-cay, tumis cumi, udang asam-manis, ayam kecap, sambal ijo (waktu bikin nih sambal aku terpaksa harus 'mengulek' cabe ijo dan bawang yang udah ditumis dengan cara 'primitif' saja. Aku masukin aja tuh cabe dan bawang yang udah layu -karena di tumis terlebih dahulu- kedalam mangkok keramik yng tersedia di apartemen, lalu 'diulek' dengan gelas keramik... ha ha ha... siapa sangka sambal ijo yang kemudian diserbu beberapa teman untuk menu sahur ternyata 'diulek' dengan peralatan yang minim sekali.... $_$ tetep maknyussss). Menu lain yang sering aku buat adalah es buah, nasi goreng, udang goreng tepung, de-el el deh. Nah kalo pisang goreng atau kerupuk (yang udah disiapkan umi tersayang didalam koper sebelum berangkat ke tujuan) biasanya aku masak setelah sholat isya dan taraweh fardhiyah di apartemen, dihidangkan buat teman-teman yang lagi pada sibuk di depan laptop atau buku masing yang berkutat dengan tugas kuliah masing-masing sebelum kemudian aku juga tenggelam dalam kesibukan yang tak berbeda.
Semua menu itu menjadi istimewa sekali diantara bombardir burger, pizza, grande, makanan vietnam, makanan hispanic atau juga menu ala mid-east yang selalu ditemukan ketika berbuka puasa di Islamic Center. Menu-menu Indonesia yang diracik sendiri itu juga yang mengalahkan kebosanan menghadapi menu-menu American dan Mid-East yang selalu dihidangkan dengan porsi jumbo. Wuah!! Sekali lagi, memanjakan orang lain dengan bentuk seperti ini juga = memanjakan diri sendiri. Betul betul betul??? ^_*
Cara lainnya yang kerap aku lakukan ketika menjadi mahasiswa S1 (berharap ada hal lain yang bisa aku kisahkan jika Tuhan mengabulkan doaku dengan rezeki kuliah s2 ^_^) adalah dengan menodong teman-teman untuk ramai-ramai jalan-jalan ke beberapa tempat wisata di dalam wilayah Rejang Lebong atau Bengkulu saja. Simple, tapi tetap ampuh untuk menghilangkan stress dan beban fikiran yang didera oleh berbagai macam mata kuliah yang kian tahun kian rumit dan serius saja jadinya. ^_^
Setelah semua masa itu terlewati, barulah aku sedikit mengakrabkan diri dengan jasa pelayanan salon disamping juga jalan-jalan (tujuan utama biasanya ke pantai. Ini demi kecintaanku pada laut dan ombak hi hi hi) atau berwisata kuliner (teteeeepppp...). Cara ini tidak lantas membuatku tergila-gila dengan beragam treatment yang tersedia di salon, paling banter aku hanya melakukan facial atau creambath. Kebiasaan untuk mandiri masih cukup lekat dnegan pribadiku. Beli buffer nail set sendiri, lulur sendiri, sometimes facial juga sendiri dengan produk-produk yang ada meski tidak selengkap yang diberikan jasa stylish dan theraphist di salon.
Pada dasarnya, saya berani mendekatkan diri dengan salon hanyalah karena aku sudah mampu menghasilkan uang secara mandiri dari hasil keringat sendiri. Jadi, tak lagi menadahkan tangan pada ayah dan umi untuk menggenapi kebutuhan pribadi, termasuk urusan ke salon ini. Meski sebenarnya, aku ini bukan tipe wanita yang sangat menyukai menghabiskan waktu di salon dan membiarkan orang lain yang memberikan perawatan pada kulit dan rambutku, jadi, tetap saja sampai saat ini memanjakan diri ke salon masih berada dibawah pilihan lain dalam daftar cara memanjakan diri yang aku lakukan. Seringkali wisata kuliner dengan adik atau sepupu atau teman lebih mengasyikkan dari pada berbaring diam di-facial atau duduk diam di-creambath. Ice cream masih jadi target favorit yang masuk dalam daftar 'cara memanjakan diri' yang aku kiblati. Apalagi sekarang ada Magnum classic dan almond, meski pilihan favoritku tetap pada cornetto choco disc atau sundae ice cream di Kfc itu he he he...
Finally, pada intinya yang ingin disampaikan adalah bahwa masa yang aku jalani memiliki ukiran kisah tersendiri, bahkan untuk urusan memanjakan diri ini. Nah, bagaimana dengan anda, readers??? ^_^