Tuesday, June 16, 2015

Rumah, sebuah tahapan hidup. (Part 1)

Impian Punya Rumah Sendiri

Siapa sih yang tak memiliki impian untuk punya hunian sendiri? Jika semua orang di dunia ini tidak memiliki hasrat tersebut, maka menjadi agen properti pastilah bukan suatu profesi yang menjanjikan, atau pasti tak akan marak bermunculan perumahan-perumahan -dari yang mewah dengan harga milyaran sampai yang berkategori Rumah Sederhana yang dibandrol puluhan juta bahkan bisa mencicil selama sepuluh tahun lebih- atau pastilah Feni Rose tak akan menjadi host program jualan perumahan terkenal, pastilah tak akan ada program reality show Billion Dolar Listing atau pastilah hutan di Indonesia ini akan tetap luaaaaaaaaaaaaaaaaaaasssss menghijauuuuuu. Iya kan?? #wink

Nah jadi, keseimpulannya memiliki hunian sendiri pastilah menjadi hal yang diidamkan semua orang, terutama mereka yang sudah menikah, apalagi yang sudah beranak pinak, atau setidaknya oleh anak-anak muda yang punya impian membelikan rumah untuk orang tuanya karena berbagai macam alasan. 

Bersyukur sekali bahwa saya dan suami saya, meski telah 2 tahun menikah namun belum juga diberikan rezeki mempunyai anak, telah memiliki hunian sendiri. Tidak mewah memang, namun sungguh sangat mumpuni bagi kami. Rumah kami rasanya termasuk dalam kategori desain minimalis. Berdiri diatas tanah kavlingan dengan panjang 15 m dan lebar 10 m dan terdiri dari 1 ruang tamu 3,5x3 m, 1 garasi 4x3 m, 1 kamar tidur anak 3x3, 1 ruang tidur utama 5x3, 1 dapur basah 4x5,5 m , 1 dapur kering 4x3m, 2 kamar mandi (masing-masing 1,5x2 m dan 2,5x2 m dan 1 ruang sholat 2x3 m lalu insyaallah nanti (target beberapa tahun kedepan) akan bertambah pula 2 ruang di lantai atas yang ingin difungsikan sebagai 1 kamar anak, lagi, dan perpustakaan keluarga.  Ada pula teras 1x3 m dan sisanya di bagian depan ada sedikit sisa halaman dan pagar, yang belum selesai di cat. ^_^



Membangun rumah, bagi kami pasangan muda, bukanlah sebuah perkara yang mudah. Beruntung, Ummi saya selalu sedia membantu dari banyak hal, dari mulai ngobrol-ngobrol tentang desain rumah, mencari tukang kepercayaan untuk pengerjaan, termasuk mencari orang tempat memesan tanah puru/timbun, pasir, kayu dan segala macam pernak-pernik lainnya. Hahahahah.. Ummi saya memang super, jangan heran. Berbekal pengalaman mengawasi pekerja bangunan, ketertarikan beliau pada pembagian ruang-ruang di rumah-rumah yang pernah dikunjungi serta pengalaman mengarsiteki 3 rumah kontrakan dan 2 rumah tinggal (1 rumah tinggal yang dihuni sekarang, 1 rumahnya adalah rumah tinggal keluarga kami dulu yang kini telah direnovasi  dan difungsikan sebagai 2 rumah kontrakan lagi, 1 kontrakan 2 kamar, 1 kontrakan 1 kamar) maka Ummi-lah yang menjadi 'arsitek' hunian kami dan sebelumnya Ummi pula-lah yang menjadi 'arsitek' hunian kakak perempuan saya. Arsitek sangat sangat istimewa! Tak perlu meja gambar, cukup pengalaman dan selembar kertas, bahkan kadang di atas tanah, maka jadilah sketsa kasar. ^_^

Berawal dari sebagian uang tabungan saya yang kemudian saya belikan sebuah tanah kavling sebelum menikah (dan Ummi pula-lah yang mencarikan kavlingan tersebut), maka disanalah awal perjuangan kami membangun sebuah rumah dimulai. Ketika suami masih dalam proses S2 di Malang, tahap awal pembangunan pondasi rumah dimulai tepatnya sekitar bulan Januari awal 2014. Kemudian memasuki tahap berikutnya pada bulan Maret hingga selesailah bangunan utama (Kamar  mandi luar dan dapur basah belum selesai). Kemudian seminggu sebelum Idul Adha tahun 2014 kami pindah ke rumah baru kami.

Pembangunan tahap kedua dimulai sekitar 3 pekan setelah Idul Adha berupa penyelesaian kamar mandi luar, dapur basah dan pagar rumah. Kini, hunian kami telah 99% rampung menyisakan pagar dan dapur basah yang belum dicat saja. Ah, rasanya hal itu adalah hal kecil saja, sesuatu yang bisa kami kerjakan sendiri. ^_^

Kini, hampir 1 tahun kami telang menghuni rumah ini. Insyaallah penuh berkah dan selalu menambah rasa syukur dan kebahagiaan kami. Semoga setelah ini, rezeki memiliki keturunan yang sehat jasmani dan rohani dan cerdas segera dianugerahkanNya. Aamiin ya Rabb.

Ayo, pasangan yang lain juga tetap berusaha berjuang untuk memiliki hunian sendiri ya. Semangat! Semoga rumah impian teman-teman segera tercapai. Aamiin.


Monday, June 15, 2015

Resep Rusip Bangka

Hai Hai....
Pernah dengar bahan makanan bernama Rusip gak?
Belum??? yaaaaaaaaaaaaaaaa.....
Kalau begitu, yuk kita kenalan dulu dengan si Surip eh Rusip ini. ^_^
Rusip


Tadaaaaaaa......
Ini nih penampakan rusip.
Well, Rusip adalah salah satu oleh-oleh khas dari Bangka Belitung. Rusip terbuat dari ikan teri atau ikan bilis segar yang difermentasi bersama dengan campuran garam dan gula aren. Jadi, kalau teman-teman berkunjung ke Bangka Belitung, jangan lupa beli rusip ya secara ikan fermentasi ini mudah ditemui di pasar-pasar tradisional atau juga di toko oleh-oleh. Harganya juga beragam, tergantung dengan kelas kualitasnya, tapi secara umum kisaran antara Rp. 15.000-30.000 perbotol tergantung kualitas dan kuantitasnya gitu deh.

Pada umumnya, masyarakat Bangka Belitung mengkonsumsi Rusip (dalam dialek lokal disebut Rusep) apa adanya, tanpa dimasak. Cukup dengan menambahkan irisan bawang merah, cabai rawit dan perasan jeruk kunci (jeruk sambel) maka Rusip siap disantap bersama lalapan.
Tapi, berhubung saya bukan asli Bangka Belitung (Ayah saya orang Sum-Sel tepatnya Payaraman Ogan Ilir, dan Ummi saya orang Rejang, Bengkulu), meskipun 24 tahun-an menetap bahkan telah-pun menikah dengan orang Bangka, saya masih belum terbiasa menikmati Rusip dengan cara demikian. Tapi bukan berati saya bukan pencinta Rusip loooh.....

Sunday, June 14, 2015

Pasta Conchiglie Saus Bolognese

Yum yum...
Ada yang suka makan pasta ga?? Eits, bukan pasta gigi looohh... hehe tapi pasta yang berasal dari Italia itu ^_^\

Well, rasanya sudah banyak orang yang mengenal spaghetti, namun tak banyak yang tahu bahwa spaghetti hanyalah salah satu dari ratusan jenis pasta. Ratusan?? Yup, ratusan! Banyak banget ya. Padahal yang mungkin biasa kita tahu dan makan cuma beberapa jenis dan spaghetti memang yang paling populer.

Anyway, beberapa waktu lalu saya dan suami pergi jalan-jalan ke pantai. Gak terlalu jauh, 20 menit doang dari rumah. Inilah salah satu keuntungan jadi anak pulau. Pantai dimana-mana. Hahahaha.

Okey, kembali ke topik. Jadi, kami membawa camilan dari rumah sebagai bekal piknik (ngedate ding... ehem!). Ada beberapa butir dodol garut (kebetulan lagi ada stok dirumah. yay!) lalu ada juga beberapa butir oat snack (I love them) dan juga pasta conchiglie atau pasta yang berbentuk kerang dengan saus bolognese dan tentu saja air minum.

Iya sih, pasta jenis ini seringkali disajikan dengan sup alias berkuah karena bentuk kerang tersebut memang dimaksudkan agar pasta dapat menampung sup di dalam lekukannya dan di Indonesia kita juga sering menemukan pasta conchiglie ini didalam sup ayam atau sup sayur. Sah-sah aja kok dan tetep maknyus.
Jadi, kali ini saya mau share resep ala saya ya.... boleh kakaaaakkk pastanya... ^_^

Conchiglie Pasta with bolognese sauce.

Bahan:
150 gr pasta conchiglie
+ 1 liter air untuk merebus (pastikan pastanya tenggelam saat direbus ya)
1/2 sdt garam

Bahan pelengkap:
200 gr dada ayam, iris tipis
50 gr paprika merah, potong dadu
50 gr paprika kuning, potong dadu
50 gr paprika hijau, potong dadu
50 gr jamur kancing, iris sedang (bisa diganti jamur kancing slice kemasan)
Keju Cheddar secukupnya, parut. (Optional)

Bahan saus:
2 buah tomat ukuran sedang, cincang kasar
5 sdm saus tomat
2 sdm saus sambal (dapat ditambah jika ingin lebih nendang)
4 sdm saus bolognese kemasan (La Fonte atau Del Monte atau sejenisnya)
1 buah bawang bombay ukuran sedang, potong dadu
4 siung bawang putih, keprek lalu cincang kasar
100 cc air
2 sdm minyak (olive oil atau minyak sayur biasa)
1 sdm minyak wijen
Garam secukupnya

Langkah-langkah:

1. Nyalakan api sedang. Didihkan air, tambahkan garam ketika air mulai mendidih, lalu rebus pasta  + 3-4 menit atau hingga pasta al dente. Jangan lupa aduk pasta beberapa kali agar pasta tidak saling menempel. Angkat pasta, tiriskan dan sisihkan.
2. Saus:
- Panaskan minyak di wajan, lalu masukkan bawang bombay dan bawang putih. Tumis hingga harum.
- Masukkan tomat yang telah dipotong dadu, tumishingga tomat lunak.
- Selanjutnya, masukkan ayam yang telah diiris tipis, tumis hingga ayam berubah warna. Kemudian masukkan paprika dan jamur. Aduk-aduk sebentar.
- Lalu, masukkan saus bolognese, saus tomat dan saus sambal. Aduk-aduk sebentar.
- Kemudian, masukkan air, didihkan. Terakhir tambahakan garam dan minyak wijen. Koreksi rasa. Jika telah dirasa pas, matikan api.
- Letakkan pasta diatas piring saji, lalu siramkan saus ke atasnya. Jika suka, anda bisa menambahkan keju cheddar parut diatasnya atau dapat pula dengan menaburkan keju parmesan bubuk ke atasnya.
- Voila. Conchiglie saus bolognese siap disajikan. ^_^

Good food, good place, good mood. Perfect!
P.S
Pastanya juga bisa diganti dengan spaghetti loh ^_^

Tuesday, June 2, 2015

June Oh June

June oh June.
Please bring a "Yes" from the moon
Let it be mine soon
and be a magnificent June. 
June oh June 
Bring a yes from the moon
Heal a heart in a mourn
make it free from a wound
June oh June
Be a happy fabulous June.

Gerunggang, June 1, 2015