Setelah menikah biasanya sang pasangan baru akan mengahabiskan waktu bersama-sama ke tempat tempat indah bahkan mewah yang disebut honeymoon. Nah, saya dan suami cukup merasa beruntung bisa bersama-sama meski tidak dengan nuansa mewah.
Honeymoon kami tak biasa namun tetap saja indah (semoga indahnya bukan hanya karena kami pengantin baru, tapi karena kesyukuran kami). Satu minggu setelah resepsi, tepatnya hari Sabtu sore saya kemudian terbang menemani sang suami kembali ke Malang untuk melanjutkan kegiatan perkuliahannya. Selama di Malang saya merasakan benar perjuangan suami selama kuliah Magisternya. Tinggal di kos-kosan 4x5 meter-an, pergi jalan kaki pergi-pulang kuliah sejauh kurang lebih 400m (untungnya), sesekali naik sepeda lipat jika pergi ke warung atau toko sekedar membeli makan siang atau air galon, menyelesaikan proposal thesis ditemani laptop dan sebuah TV buatan China seharga 200.000 saja dan hal-hal sederhana lainnya.
Selama sang suami kuliah, saya banyak menghabiskan waktu di kost-an saja, nonton tv, maen game di laptop atau bercengkrama dengan ibu pemilik kost atau mencuci pakaian kami yang tak banyak. Barulah pada hari Rabu ketika suami tak ada jadwal perkuliahan kami menyempatkan jalan-jalan ke tempat yang selama ini saya harapkan. Batu!