Monday, May 16, 2011

Take it or leave it!

Salam, readers ^_^
Hari ini adalah HARPITNAS! a.k.a Hari kejepit nasional... hehehe... makanya jadi aku punya hari libur 2 hari setelah weekend, hari ini dan besok! Masuk sekolah lagi hari Rabu nanti. What! bukan karena aku masih sekolah, tapi karena aku kan kerjanya di lingkungan sekolah... ^_^
Hari ini ceritanya aku disangka NGAMBEK!!!

ANEH!

Kita ini aneh ya..
di satu waktu kau dan aku pernah menjadi begitu lekat
ibarat bayangan, aku menjadi bayangan jiwamu, dan kamu adalah bayangan bagiku
tertawanya kita adalah tawa renyah, mesra, dunia saja mungkin iri pada kita
saat sedih, mataku menangis untuk rasamu sementara kamu akan melindungiku dari sedu sedanku
kita ini aneh ya...
karena ketika waktu berjalan seiring itu pula kita berubah
benar kata orang-orang itu bahwa waktu mampu mengubah segalanya
kita bak kutub magnet yang saling tolak menolak, tak lagi menjadi bayangan teduh
kita bak mulut yang terkatup ketika kata tak lagi mampu kita bagi seperti dulu itu
lalu kita masing-masing menjadi pecandu diam dan tergila-gila pada ketidakpedulian
dan di lain waktu kita makin menjadi akut dalam stadium terparah kediaman
tak peduli satu sama lain, menghilang bersama gerakan rama-rama yang hilang dalam pekat malam
kita aneh, lalu menjadi kian aneh, hingga kemudian kita menjadi asing...
ADAKAH YANG MAMPU MENJELASKAN GEJALA INI?
mungkin duniamu telah mengambilmu dariku, atau aku yang memilih meletakkan sekat antara dunia kita
aku mungkin yang mendiamkanmu saat aku muak padamu yang terpaku dalam hening yang membunuh
atau sesungguhnya kita sama-sama menjauh, ambil langkah untuk saling memutuskan menjadi orang lain
Aku mungkin lebih aneh lagi,
karena dalam kebingunganku aku menemukan fakta bahwa aku merindukanmu
menemuimu dalam tiap doaku dan tanya yang silih berganti
bahkan mimpiku kini kunanti karena mungkin disana aku akan menemuimu lagi
kau yang dulu menjadi bayanganku, dan aku yang tetap menjadi teduh bagimu...
Kita ini aneh ya...

Friday, May 6, 2011

Hening

Andai, apa yang dirasakan jauh lebih mudah difahami
jauh lebih sederhana untuk dimengerti
pasti yang namanya bicara tak akan sesulit ini
atau yang diam itu tak akan sepelik ini
Kadang, aku seringkali bertanya pada Matahari
mengapa ia bersedia tenggelam memberi ruang pada sang Bulan
Tak jarang aku berbisik pada angin yang bercengkrama dengan terik
mengapa mereka seolah meredupkan dominasi satu sama lain dengan adil

Kadang aku lupa bagaimana caranya berkata-kata
saat dimana hatiku atau bahkan jiwaku tak menemukan kata yang tepat untuk buka suara
Dilain waktu aku begitu mampu bicara lugas menebar semua aksara yang tak sulit dieja
berharap pada akhirnya ada sepotong kesefahaman yang dihidangkan sebagai hadiahku bersuara
Tapi mungkin para cendikia benar adanya
bahwa seringkali diam adalah emas dan sedikit itu berbahaya
aku ingin bicara tapi aku tak tahu banyak abjadnya
lalu aku memilih diam meski sebenarnya suara-suara lebih indah dari ini semua

Ini hening,
denting yang tak keluar dari dawai yang dipetik
ini hening
sunyi dari tala yang tak bersuara apalagi memekik

Hening...
Ini hening...

Sentilan dari seorang anak Kanada untuk DUNIA!!!

Salam, readers ^_^

-Unzur Ma Qola, Wa La Tanzur Man Qola- (Lihat apa yang dibicarakan, Jangan lihat siapa yang bicara)
Jika anda pernah mendengar kata bijak dalam bahasa Arab ini, maka tepat rasanya jika tulisan kali ini aku kaitkan dengan quotation tersebut. Ungkapan bijak ini merupakan nasehat kepada kita semua, bahwa isi pembicaraan adalah lebih penting dari sang pembicara.
Mahfuzot yang telah saya hafal sejak saya berada di bangku Madrasah Tsanawiyah ini mengisyaratkan bahwa meskipun yang berbicara bukanlah orang penting, tapi jika apa yang ia bicarakan adalah hal penting yang mengandung kebaikan, maka kita harus mendengar dengan baik lalu mengaplikasikannya.