Monday, August 15, 2011

Paras Hitam Putih

Aku melepuh disengat mentari
Terbakar letupan emosi yang merantai caci-maki
Aku melepuh disengat emosi
Mengabukan mentari yang terbakar hari ini

Ini parasku, kasih
Jika yang kau inginkan adalah pengakuan
Putih ketika kau hadapkan pada sungai jernih 
Hitam melegam tatkala kau bakar dalam gemeretak kayu api

Bagiku sama saja, kasih
Bidadari atau mungkin Jelata yang kau tepis pergi
Parasku begini-begini saja
Mungkin bersinar atau dilain waktu dipenuhi gulita

Kau tentukan saja sudut pandangmu...
Sesederhana itu saja...

Thursday, August 11, 2011

It's Done..

Sudahlah... jangan ada lagi kata-kata
Bukankah kau yang memilih semuanya?
Pergilah dengan hidupmu saja
Biar kuasingkan tentangmu dari segala penjuru jiwa

Sudah... berlalulah!
Hidupmu hidupmu, tak hendak aku menuntut tahu
Hidupku adalah milikku, tak perlu kau tanya ini itu
Ini jalan yang kau pilih...

Jalani saja... jangan berbalik arah
Jangan juga meski sekedar menoleh
Sudah, binasa sudah semuanya
Usai... hampa... semua tak lagi ada

Buku itu telah kututup rapat
Kusegel dengan lilin bercampu getah luka
Sudah, enggan kudengar meski sepenggal kalimat
Ini usai... Buku telah tenggelam dalam samudera

Ramadhan: Dari mulai Pangan, Petasan, Kembang Api hingga Gepeng

Salam, readers ^_^
Ini masih di bulan Ramadhan, tepatnya saat ini adalah hari ke-10 Ramadhan 1432 H. Ide tentang tulisan ini sebenarnya sudah ada beberapa hari lalu meski baru sekarang bisa dituangkan disini. 
Well, kawan... Ramadhan di Indonesia itu unik plus ada lucu dan mirisnya juga. Sebut saja soal makanan. Kalau di Amerika dulu pas Ramadhan aku sempat mencicipi segarnya buah kurma yang dipetik dari pohon (sebenarnya itu kurma-kurma jatuh dari pohonnya yang ada di depan Islamic Center Tucson, daripada disantap burung, mending kami deh yang pungutin.. jiahahaha... asli! sensasi kurma segar emang maniiisssssss banget... gak heran kalo Rasulullah demen banget sama buah asli Tanah Arab ini), tapi di Indonesia mayoritas buah kurmanya adalah kurma import yang tentu sudah dikeringkan/diawetkan bahkan ada sih pernah beberapa kali ketemu buah kurma yang kalau dilihat dari kemasannya masih segar dan menempel di tangkainya, eh pas dibuka ternyata itu tangkai buah fake alias palsu!!!! *sigh. Well, intinya buah kurma yang identik sebagai panganan selama puasa pada dasarnya gak sesegar kurma yang aku dan teman-temanku cicipi di ICT Arizona. Jibunan buah kurma yang dijajakan di pasar-pasar dan lapak-lapak kagetan itu salah satu hal 'unik' yang ada di Indonesia, kawan. Belum lagi jenis-jenis makanan lain yang berbeda di tiap daerahnya. Secara aku tinggal di Pangkalpinang, disini ketika Ramadhan banyak bermunculan lapak-lapak dadakan alias pasar Ramadhan. Di sepanjang jalan banyak berdiri lapak-lapak yang menjajakan berbagai macam makanan dan minuman. Dari mulai beragam macam gorengan dan berbagai macam variasi otak-otak, makanan dan minuman tradisional seperti mie ayam kuah ikan, serabi, pusui, pantiau, martabak khas Bangka, hingga beragam macam lauk seperti lempah kuning, lempah ayam pucuk kedondong, lempah pucuk ubi sampai rusip. Belum lagi kalo bicara tentang buah-buahan yang tentu harganya melonjak seenaknya. Karena keramaian pasar kaget yang memenuhi badan jalan itu lah makanya sepulang ngajar les aku lebih suka ambil short cut daripada kejebak macet yang gak ketulungan. Hahahayyy... Intinya, kalau mau wisata kuliner dengan beragam macam pilihan di pulau Bangka, mungkin ada bagusnya juga bertandang dan melancong saat Ramadhan seperti ini. Heheheeh.... *wink

Tuesday, August 9, 2011

Is English Funny?

Salam, readers....
Many learners think that English is freaking crazy tricky and so what do you think???
Let think some thing trough this thing then... ^_^

The Funny English Language

We'll begin with a box and the plural is boxes.
But the plural of ox should be oxen, not oxes.

The one fowl is a goose but two are called geese,
Yet the plural of moose should never be meese.

You may found a lone mouse or a whole set of mice,
Yet the plural of house is houses not hice.

Sunday, August 7, 2011

Skin... Owh yah!

Salam, readers ^_^

Belakangan ini masalah alergi kulitku bertambah parah. Kena debu yang over limit, kebanjiran keringat akibat cuaca extrem alias panas dan/atau karena akktifitas lain atau bahkan kontak dengan bahan kain tertentu serta beads alias manik-manik bisa menstimulasi gatal-gatal di permukaan kulit. Aih! kalau sudah kejadian kayak gini pengen rasanya menguliti ini kulit, lalu direndam dengan Dettol antiseptic lalu dijemur deh... nah baru setelah kering tuh kulit dipakai lagi! (Andai aja semua itu bisa @_@).
Zaman-zaman aku kuliah dan sekolah dulu enggak seribet ini dengan urusan alergi. Paling bersin-bersin sampe meler pilek gak ketulungan kalo kena debu nah sekarang, itu alergi belum hilang ditambah pula direpotkan dengan urusan alergi kulit. Banyak sudah produk yang jadi item wajib di daftar belanja bulanan (stock buat satu tahun euy... dah kayak ibu-ibu wae ini teh) ada Dettol, bedak bayi caladine sampe pil Ctm yang kecil-kecil berwarna kuning dan salep Bacitracin yang produk Generic itu. Aduh! rasanya barang-barang itu udah menjadi teman karib deh (Cusson baby prickly heat lotion bakal jadi teman karib selanjutnya). Seringkali, malah terlalu sering, jadi kesal dan sedih sendiri gara-gara tersiksa rasa gatal di kulit hanya karena berkeringat (padahal susah menghindari keringat secara Pangkalpinang ini temperaturnya mencapai 32 - 34 derajat celcius!). 

Thursday, August 4, 2011

Gosh! It's amazing when someone listens to you!

Salam, readers ^_^

Ketika ada seseorang, siapa-pun itu; teman, sahabat, orang terdekat atau bahkan orang yang ditemui di halte bus atau di dalam angkot sekalipun, yang mau mendengarkan pendapatmu, apa yang kau rasakan??
Kalau pertanyaan itu ditujukan padaku sejujurnya aku akan mengatakan It's amazing as if I'm the precious one terlepas bila nyatanya aku bukan seseorang yang cukup berarti untuk orang itu, pun sebaliknya. 
Tapi sungguh, perasaan dihargai, didengarkan dan tersanjung adalah bagian dari hal yang akan ada seperti apapun perasaan itu dikemas rapi dan disembunyikan.Ini hanya cerita sederhana tentang seseorang yang kusebut sebagai sahabat baik. Tak terlalu banyak yang kutahu tentang dia dan hidupnya, mungkin apa yang kutahu bisa dikatakan hanyalah 1/10 atau bahkan 1/20 dari hidupnya dan dirinya tapi bagiku ia adalah 'seseorang; sahabat'. Dia adalah sosok yang tak banyak bicara meski kadang rasanya aku bisa memahami apa yang ada dalam fikirannya. Well, hari ini aku kembali merasakan betapa tersanjungnya ketika apa yang kita ucapkan, apa yang kita utarakan sebagai pendapat kemudian direalisasikan oleh orang tersebut. Pun dia begitu.

Tuesday, August 2, 2011

The right man in the right time

Salam, readers ^_^

Mari kita bicara tentang 'memilih' dan 'cinta' sekarang. Well, I'm not the expert in this stuff but I guess I just need to ask my own heart, here in the center of my soul. 
Menjomblo? yup! Aku jomblo, sedang memasuki 2 tahun sejak seseorang di seberang sana memutuskan untuk mundur dari komitmen yang dijaga sejak bertahun lalu but, we don't need to talk 'bout it here guys. ^_^ Praktis setelahnya aku tentu merasa sepi, sejujurnya lebih sepi karena toh selama ini hubungan kami juga merupakan LDR (Long distance relationship) antara Pekanbaru dan Curup, lalu kemudian aku kembali ke Pangkalpinang. Well, menjadi sepi tak membuatku untuk langsung  memutuskan mencari cinta. Ahay! aku tak sama dengan dia yang ternyata telah ada banyak duri yang disebar sebelum hubungan kami diakhiri. Aku ini tipe setia, yang syukurnya memang tak mudah untuk menjatuhkan cinta pada pria-pria, yang bahkan menjalin hubungan dimasa lalu itu-pun aku butuh bertahun untuk meyakini dia. Menjadi sepi bagiku bukanlah waktu untuk segera mencari pengganti. Aih! rasanya masih butuh waktu untuk memahami segala yang terjadi sebelumnya. Aku juga bukan tipe 'hunter' yang langsung mengokang senapan saat ada binantang buruan mendekat. Fiuhh!! It's not me! 
Well, I'm still single now and I'm not having relationship with anyone but believe me it's not because I still regret my past story. I just wanna wait for the right man in the right time. Dan dia, pria itu, memang bukan Mr Right yang harus disesali kepergiannya. He's not the right man and perhaps He came in the wrong time. Many things proved this. Aku yakin, sangat yakin, jodoh itu Tuhan yang atur segalanya dan sungguh aku benar-benar ingin jatuh cinta pada saat yang tepat, ketika hatiku telah siap bukan karena hati ini sepi
Jadi kembali ingat salah satu dialog dalam salah satu scene drama Asia, Dream High. Begini kira-kira petikan dialognya: 

Goh Yeh Mi: Bagaimana kau tahu bahwa Jason adalah orang yang benar-benar kau cintai? 
Kim Phil Suk: Karena saat senang ataupun sedih, dia selalu menjadi orang pertama yang kuingat.

Jadi pendeknya, hatimu benar-benar mencintai seseorang jika ia selalu menjadi orang yang pertama yang diingat saat senang atau-pun sedih. Kau ingin menangis di sisinya dan membagi kebahagiaanmu bersamanya. Masuk akal bukan hal ini? Nah, rasanya aku tetap menikmati dan bersyukur dengan keadaan sekarang karena bagiku hati yang sepi bukan satu-satunya alasan mengapa aku harus belajar membuka hati untuk seseorang di luar sana. Dan saat ini, saat aku sedih dan senang aku selalu mengingat orang-orang yang berbeda, tergantung apa yang ku hadapi, bisa jadi itu adalah dia, atau cowok yang itu, atau teman karib yang itu yang kuingat, tergantung pada apa yang tengah kuhadapi. Lol
Lagipula, bagiku akan lebih mudah rasanya belajar mencintai seseorang daripada membuat orang mencintai kita. Iya kan??? Jadi, I'm single and very happy. ^_^

N.b: jika kau, sang lelaki masa lalu, membaca tulisan ini, mungkin ada baiknya kau bertanya pada hati kecilmu Are you in love with her because you're ready or because you're lonely???

Happy Ramadhan!

Dear readers.... ^_^
Sudah lama kiranya aku tak menulis disini...  dan tak terasa Ramdhan sekarang ini sudah melewati malam kedua. Sumpah, Ramadhan seperti ini senantiasa membuat hati kian kangen dengan kenangan di 2008 lalu, which means 3 tahun lalu. Ramadhan di Arizona, USA. Pas summer, dengan suhu mencapai 40 hinga 41 derajat celcius, buka puasa pada jam 7.30 malam, kuliah sampe jam 5.30 terus plus seabrek tugas kuliah yang mesti dikelarin malam itu juga belum lagi kalo ingat Lebaran nya yang mesti dijejali dengan weakly test kelas RWL yang mesti dijabanin beberapa menit setelah melaksanakan Shalat Ied... oh my Goodness! but I swear! I enjoyed 'em for sure! Miss it tons....
Well, semoga Ramadhan ini segalanya berjalan lebih baik dan semoga berkah Ramadhan tahun ini bisa membawa langkah kaki menjejak pada mimpi-mimpi besar selanjutnya! Amin ya Rabb...


N.b. Akhir-akhir ini seringkali tanpa disengaja terngiang-ngiang kalimat seorang karakter dalam sebuah drama Korea, Dream High. -Jika saat senang atau pun sedih, dia adalah orang yang pertama yang selalu kau ingat maka itu tandanya bahwa dia adalah orang yang kau cintai- Kim Pil Suk