Salam, readers ^_^
Mari kita bicara tentang 'memilih' dan 'cinta' sekarang. Well, I'm not the expert in this stuff but I guess I just need to ask my own heart, here in the center of my soul.
Menjomblo? yup! Aku jomblo, sedang memasuki 2 tahun sejak seseorang di seberang sana memutuskan untuk mundur dari komitmen yang dijaga sejak bertahun lalu but, we don't need to talk 'bout it here guys. ^_^ Praktis setelahnya aku tentu merasa sepi, sejujurnya lebih sepi karena toh selama ini hubungan kami juga merupakan LDR (Long distance relationship) antara Pekanbaru dan Curup, lalu kemudian aku kembali ke Pangkalpinang. Well, menjadi sepi tak membuatku untuk langsung memutuskan mencari cinta. Ahay! aku tak sama dengan dia yang ternyata telah ada banyak duri yang disebar sebelum hubungan kami diakhiri. Aku ini tipe setia, yang syukurnya memang tak mudah untuk menjatuhkan cinta pada pria-pria, yang bahkan menjalin hubungan dimasa lalu itu-pun aku butuh bertahun untuk meyakini dia. Menjadi sepi bagiku bukanlah waktu untuk segera mencari pengganti. Aih! rasanya masih butuh waktu untuk memahami segala yang terjadi sebelumnya. Aku juga bukan tipe 'hunter' yang langsung mengokang senapan saat ada binantang buruan mendekat. Fiuhh!! It's not me!
Well, I'm still single now and I'm not having relationship with anyone but believe me it's not because I still regret my past story. I just wanna wait for the right man in the right time. Dan dia, pria itu, memang bukan Mr Right yang harus disesali kepergiannya. He's not the right man and perhaps He came in the wrong time. Many things proved this. Aku yakin, sangat yakin, jodoh itu Tuhan yang atur segalanya dan sungguh aku benar-benar ingin jatuh cinta pada saat yang tepat, ketika hatiku telah siap bukan karena hati ini sepi
Jadi kembali ingat salah satu dialog dalam salah satu scene drama Asia, Dream High. Begini kira-kira petikan dialognya:
Goh Yeh Mi: Bagaimana kau tahu bahwa Jason adalah orang yang benar-benar kau cintai?
Kim Phil Suk: Karena saat senang ataupun sedih, dia selalu menjadi orang pertama yang kuingat.
Jadi pendeknya, hatimu benar-benar mencintai seseorang jika ia selalu menjadi orang yang pertama yang diingat saat senang atau-pun sedih. Kau ingin menangis di sisinya dan membagi kebahagiaanmu bersamanya. Masuk akal bukan hal ini? Nah, rasanya aku tetap menikmati dan bersyukur dengan keadaan sekarang karena bagiku hati yang sepi bukan satu-satunya alasan mengapa aku harus belajar membuka hati untuk seseorang di luar sana. Dan saat ini, saat aku sedih dan senang aku selalu mengingat orang-orang yang berbeda, tergantung apa yang ku hadapi, bisa jadi itu adalah dia, atau cowok yang itu, atau teman karib yang itu yang kuingat, tergantung pada apa yang tengah kuhadapi. Lol
Lagipula, bagiku akan lebih mudah rasanya belajar mencintai seseorang daripada membuat orang mencintai kita. Iya kan??? Jadi, I'm single and very happy. ^_^
N.b: jika kau, sang lelaki masa lalu, membaca tulisan ini, mungkin ada baiknya kau bertanya pada hati kecilmu Are you in love with her because you're ready or because you're lonely???