Salam, readers ^_^
Ini masih di bulan Ramadhan, tepatnya saat ini adalah hari ke-10 Ramadhan 1432 H. Ide tentang tulisan ini sebenarnya sudah ada beberapa hari lalu meski baru sekarang bisa dituangkan disini.
Well, kawan... Ramadhan di Indonesia itu unik plus ada lucu dan mirisnya juga. Sebut saja soal makanan. Kalau di Amerika dulu pas Ramadhan aku sempat mencicipi segarnya buah kurma yang dipetik dari pohon (sebenarnya itu kurma-kurma jatuh dari pohonnya yang ada di depan Islamic Center Tucson, daripada disantap burung, mending kami deh yang pungutin.. jiahahaha... asli! sensasi kurma segar emang maniiisssssss banget... gak heran kalo Rasulullah demen banget sama buah asli Tanah Arab ini), tapi di Indonesia mayoritas buah kurmanya adalah kurma import yang tentu sudah dikeringkan/diawetkan bahkan ada sih pernah beberapa kali ketemu buah kurma yang kalau dilihat dari kemasannya masih segar dan menempel di tangkainya, eh pas dibuka ternyata itu tangkai buah fake alias palsu!!!! *sigh. Well, intinya buah kurma yang identik sebagai panganan selama puasa pada dasarnya gak sesegar kurma yang aku dan teman-temanku cicipi di ICT Arizona. Jibunan buah kurma yang dijajakan di pasar-pasar dan lapak-lapak kagetan itu salah satu hal 'unik' yang ada di Indonesia, kawan. Belum lagi jenis-jenis makanan lain yang berbeda di tiap daerahnya. Secara aku tinggal di Pangkalpinang, disini ketika Ramadhan banyak bermunculan lapak-lapak dadakan alias pasar Ramadhan. Di sepanjang jalan banyak berdiri lapak-lapak yang menjajakan berbagai macam makanan dan minuman. Dari mulai beragam macam gorengan dan berbagai macam variasi otak-otak, makanan dan minuman tradisional seperti mie ayam kuah ikan, serabi, pusui, pantiau, martabak khas Bangka, hingga beragam macam lauk seperti lempah kuning, lempah ayam pucuk kedondong, lempah pucuk ubi sampai rusip. Belum lagi kalo bicara tentang buah-buahan yang tentu harganya melonjak seenaknya. Karena keramaian pasar kaget yang memenuhi badan jalan itu lah makanya sepulang ngajar les aku lebih suka ambil short cut daripada kejebak macet yang gak ketulungan. Hahahayyy... Intinya, kalau mau wisata kuliner dengan beragam macam pilihan di pulau Bangka, mungkin ada bagusnya juga bertandang dan melancong saat Ramadhan seperti ini. Heheheeh.... *wink
Perbedaan lainnya adalah suasana yang bak pesta kembang api dan mercon. Ramadhan gak hanya menjadikan Masjid dan Musholla menjadi makmur dan ramai saja. Ramadhan juga tak hanya berimbas kepada para pedaganag di pasar dadakan, tapi dalam hal ini para penjual petasan a.k.a mercond an kembang api-pun larisss manisss... Untuk para pedagang petasan dan kembang api, Ramadhan memang menjelma sebagai bulan rezeki, dimana-mana akan sangat mudah menemukan pedagang petasan dan kembang api berbagai macam jenis. Bahkan tak jarang yang menjual petasan dan mercon hanyalah mereka-mereka yang sekedar mengadu peruntungan demi meraup keuntungan selama Ramadhan berlangsung. Petasan berbagai macam bentuk; mulai dari yang sekecil paku payung, sampai yang sebesar baterai radio tersedia dengan bebas. Begitu-pun kembang api. Tak hanya kembang api yang sepanjang 5 cm yang tersedia, kembang api kupu-kupu atau bahkan kembang api yang bisa mencapai 1 meter pun bisa anda beli. Dari anak-anak hingga orang dewasa semua seolah berlomba-lomba membakar petasan dan firework tersebut sehingga rasanya perayaan tahun baru kalah ramai dengan Ramadhan. Belum lagi kalau kita bicara tentang bedil. Meriam bambu yang biasa dibuat anak-anak khusus di bulan Ramadhan turut meramaikan bursa jedar-jeder ini. Berbekal 1 buah bambu yang terdiri dari beberapa ruas maka lengkaplah Ramadhan bagi mereka. Tetangga di dekat rumahku-pun saban malamnya menghabiskan paling tidak 1 kembang api ukuran besar bersama anak-anaknya. Well, keunikan lain dari Ramadhan di Indonesia termasuk di Pangkalpinang adalah pesta kembang api dan mercon plus bedil, kawan, tak peduli jika larangan untuk itu sesungguhnya sudah diberlakukan oleh pihak berwajib.
Keunikan lainnya adalah tentang Gepeng alian gelandangan dan pengemis yang tiba-tiba lebih banyak, jauh lebih banyak, daripada hari biasa terutama di kota-kota besar. Di Pangkalpinang memang sepertinya tak ada lonjakan significant dalam hal yang satu ini, tapi cobalah tengok di beberapa kota besar terutama ibu kota Jakarta. Saban Ramadhan kebanjiran Gepeng dari daerah seolah menjadi tradisi yang turut membuat Ramadhan di Negeriku ini menjadi kian 'unik'. Inikah salah satu Berkah Ramadhan??? Miris sebenarnya, mengapa mesti mengemis dengan bela-belain ke kota lain untuk mencari rezeki? Benar-benar habiskah kisi-kisi rezeki dari Tuhan? Aih! problema Gepeng ini malah menimbulkan jaringan mafia lain yaitu dengan memanfaatkan mereka yang mau menjadi Gepeng dalam sebuah kelompok, pendeknya Gepeng menjadi bisnis menggiurkan bagi segelintir orang di negeri ini.
In short, inilah fakta Ramadhan di daerahku khususnya dan di Indonesia umumnya. Menarik, unik, sekaligus miris! Belum lagi kalau ditambahkan beberapa point lain seperti 'tradisi' ngabuburit dll. Ramadhan... semoga tahun depan akan bertemu lagi dengan Ramadhan yang lebih indah... amin
Keunikan lainnya adalah tentang Gepeng alian gelandangan dan pengemis yang tiba-tiba lebih banyak, jauh lebih banyak, daripada hari biasa terutama di kota-kota besar. Di Pangkalpinang memang sepertinya tak ada lonjakan significant dalam hal yang satu ini, tapi cobalah tengok di beberapa kota besar terutama ibu kota Jakarta. Saban Ramadhan kebanjiran Gepeng dari daerah seolah menjadi tradisi yang turut membuat Ramadhan di Negeriku ini menjadi kian 'unik'. Inikah salah satu Berkah Ramadhan??? Miris sebenarnya, mengapa mesti mengemis dengan bela-belain ke kota lain untuk mencari rezeki? Benar-benar habiskah kisi-kisi rezeki dari Tuhan? Aih! problema Gepeng ini malah menimbulkan jaringan mafia lain yaitu dengan memanfaatkan mereka yang mau menjadi Gepeng dalam sebuah kelompok, pendeknya Gepeng menjadi bisnis menggiurkan bagi segelintir orang di negeri ini.
In short, inilah fakta Ramadhan di daerahku khususnya dan di Indonesia umumnya. Menarik, unik, sekaligus miris! Belum lagi kalau ditambahkan beberapa point lain seperti 'tradisi' ngabuburit dll. Ramadhan... semoga tahun depan akan bertemu lagi dengan Ramadhan yang lebih indah... amin
No comments:
Post a Comment