
"Bermimpilah, maka langit akan memeluk mimpi-mimpimu" - Arai
Salam, kawan...
Salam, kawan...
Sepenggal kalimat ini bagiku bermakna lebih dari sekedar tulisan yang diprint rapi sebagai sebuah bagian dari sebuah novel. Kalimat ini bagiku lebih dari sekedar baris kalimat pemanis dalm sebuah novel agar terdengar dan terbaca lebih dramatis. Tapi sungguh, sepenggal kalimat ini adalah salah satu motivasi yang kutancapkan kuat-kuat di dasar hatiku agar akarnya segera tumbuh subur dan kemudian batangnya kokoh tertancap di sanubariku dan daunnya menghijau memayungiku dari matahari 'aral melintang' yang memanggang semangatku hingga berpeluh.
Sepenggal kalimat ini pula yang melecut semangatku untuk tak pernah berhenti mengejar mimpi sehingga sekecil apa-pun kemungkinan yang ada, sebisa mungkin akan kujalani, sebaik mungkin akan aku perjuangkan, dan meski banyak yang belum sukses, namun tak sedikti yang kemudian langsung tunai diganjar Allah Sang Khalik dengan kesuksesan yang begitu manis rasanya.
Sepenggal kalimat ini pula yang melecut semangatku untuk tak pernah berhenti mengejar mimpi sehingga sekecil apa-pun kemungkinan yang ada, sebisa mungkin akan kujalani, sebaik mungkin akan aku perjuangkan, dan meski banyak yang belum sukses, namun tak sedikti yang kemudian langsung tunai diganjar Allah Sang Khalik dengan kesuksesan yang begitu manis rasanya.
Kawan,
Lelahku belum lenyap dari badanku ketika tulisan ini kuketik. Bahkan, jari-jari kakiku beberapa kali kram menyakitkan ketika tulisan ini kuketik, tapi itu semua indah bagiku, manis di lidah rasa jiwaku. Allah sungguh tak pernah luput mendengar doa-doa hambaNya.
Setelah selama 2 hari berjibaku dengan wkatu dan banyak tes, pada akhirnya aku bersyukur ditemukan dengan orang-orang yang luar biasa, mereka itu teman-teman baruku yang semuanya adalah pemuda-pemuda mengagumkan propinsi Bangka Belitung ini.
Latar belakang yang berbeda dari segala penjuru, baik itu sosial, ekonomi, pendidikan bahkan
agama dan usia tak membuat mereka kemudian mengkotak-kotakkan diri dan membatasi diri untuk berbaur satu sama lain.
Mereka semua, pemuda-pemudi itu, adalah sosok-sosok menyenangkan. Ada Yudha yang lincah, ekspresif, kreatif dan lucu serta memiliki sense of humor dan art yang luar biasa selalu mampu menghangatkan kembali semangat yang mengkerut kedinginan oleh keringat nervous. Ada Anca si Bujang Pangkalpinang yang menghibur dengan gayanya sendiri. Hari yang dengan suara baritonnya selalu mampu mengimbangi joke-joke yang berlontaran dari banyak suara. Ada juga Edwin, Rozak, Davis, Bias, dan Bang Riza yang tak segan-segan membaurkan diri diantara semuanya, bertepuk tangan meriah ketika ada yang mesti dihargai, tertawa terbahak saat ada kelucuan yang mengocok perut, berdiskusi seru tentang peran pemuda dan kepemudaan bahkan hingga tentang politik dan pulau-pulau indah di kepulauan Bangka Belitung ini. Mereka adalah sosok-sosok visioner yang menginspirasi.
Sementara dari kaum hawa, para pemudi, selalu dihebohkan dengan kolaborasi Amel, Nesya, Destry dan Kefi yang heboh dan energik, yang tak segan-segan berbagi cerita tentang banyak hal. Seperti Amel dengan organisasi Parlemen Anak-nya, Kefi dengan curhat-curhatannya, Nesya dengan jokenya, Destry dengan cerita heboh dan humornya. Semua membaur, tumplek-blek jadi satu, menghibur!
Kaum hawa di kegiatan seleksi PPAN ini semakin heboh dengan adanya sosok-sosok lain; Isfarina, Erda, Aisyah, Dwi Ratna, Itoh, Dilla, Mira dan lain-lainnya (yang gak disebut jangan cemberut... heheheh) yang juga tak segan membuka mulut untuk bersuara baik itu tawa, tanya maupun mengikuti gerakan tari ala K-Pop yang dikomandoi oleh Yudha.
Sungguh, dua hari melelahkan ini adalah hari yang merupakan anugerah tak hingga. Pastinya aku akan merindukan kalian, guys. Semoga silaturrahmi kita selalu terjaga hingga habis masa dunia.
Kawan, aku tak akan pernah berhenti bermimpi, karena aku banyak belajar dari mimpi-mimpiku bahkan hingga berjumpa kalian semua. ^_^ I'm gonna miss this moment like crazy, pals....
Well, I got to go bed now, I'm too tired ^_^
Lelahku belum lenyap dari badanku ketika tulisan ini kuketik. Bahkan, jari-jari kakiku beberapa kali kram menyakitkan ketika tulisan ini kuketik, tapi itu semua indah bagiku, manis di lidah rasa jiwaku. Allah sungguh tak pernah luput mendengar doa-doa hambaNya.
Setelah selama 2 hari berjibaku dengan wkatu dan banyak tes, pada akhirnya aku bersyukur ditemukan dengan orang-orang yang luar biasa, mereka itu teman-teman baruku yang semuanya adalah pemuda-pemuda mengagumkan propinsi Bangka Belitung ini.
Latar belakang yang berbeda dari segala penjuru, baik itu sosial, ekonomi, pendidikan bahkan
agama dan usia tak membuat mereka kemudian mengkotak-kotakkan diri dan membatasi diri untuk berbaur satu sama lain.Mereka semua, pemuda-pemudi itu, adalah sosok-sosok menyenangkan. Ada Yudha yang lincah, ekspresif, kreatif dan lucu serta memiliki sense of humor dan art yang luar biasa selalu mampu menghangatkan kembali semangat yang mengkerut kedinginan oleh keringat nervous. Ada Anca si Bujang Pangkalpinang yang menghibur dengan gayanya sendiri. Hari yang dengan suara baritonnya selalu mampu mengimbangi joke-joke yang berlontaran dari banyak suara. Ada juga Edwin, Rozak, Davis, Bias, dan Bang Riza yang tak segan-segan membaurkan diri diantara semuanya, bertepuk tangan meriah ketika ada yang mesti dihargai, tertawa terbahak saat ada kelucuan yang mengocok perut, berdiskusi seru tentang peran pemuda dan kepemudaan bahkan hingga tentang politik dan pulau-pulau indah di kepulauan Bangka Belitung ini. Mereka adalah sosok-sosok visioner yang menginspirasi.
Sementara dari kaum hawa, para pemudi, selalu dihebohkan dengan kolaborasi Amel, Nesya, Destry dan Kefi yang heboh dan energik, yang tak segan-segan berbagi cerita tentang banyak hal. Seperti Amel dengan organisasi Parlemen Anak-nya, Kefi dengan curhat-curhatannya, Nesya dengan jokenya, Destry dengan cerita heboh dan humornya. Semua membaur, tumplek-blek jadi satu, menghibur!
Kaum hawa di kegiatan seleksi PPAN ini semakin heboh dengan adanya sosok-sosok lain; Isfarina, Erda, Aisyah, Dwi Ratna, Itoh, Dilla, Mira dan lain-lainnya (yang gak disebut jangan cemberut... heheheh) yang juga tak segan membuka mulut untuk bersuara baik itu tawa, tanya maupun mengikuti gerakan tari ala K-Pop yang dikomandoi oleh Yudha.
Sungguh, dua hari melelahkan ini adalah hari yang merupakan anugerah tak hingga. Pastinya aku akan merindukan kalian, guys. Semoga silaturrahmi kita selalu terjaga hingga habis masa dunia.
Kawan, aku tak akan pernah berhenti bermimpi, karena aku banyak belajar dari mimpi-mimpiku bahkan hingga berjumpa kalian semua. ^_^ I'm gonna miss this moment like crazy, pals....
Well, I got to go bed now, I'm too tired ^_^
2 comments:
yuda saputra
www.stain-sas.co.cc
ih keren loh tulisannya...jadi terharu..sayang ya tesnya singkat cuma 2 hari........
BAGUS...JADI KANGEEEEEEEEENNNNNNN.....
Post a Comment