Salam, readers ^_^
26 Juni selalu menjadi hari yang sederhana namun penuh letupan energi dan harapan untukku. selalu saja begitu! Dan tahun ini, 2011, aku memasuki usia 25 tahun! ha! sudah kian tua aku rupanya. Sudah memasuki 1/4 abad!!
Kalu dihitung-hitung pula, ini berarti sudah dua tahun sejak aku meraih gelar S.Pd.I di Maret 2009 lalu, tapi, aih! cita-cita terbesar dalam beberapa tahun ini belum juga terkabulkan! Kuliah lagi! s2!
Aku cuma anak kampung, yang terbiasa bermimpi, kawan. Tapi bukannya tak berusaha apalagi berdoa, tapi mungkin Sang Tuhan memang belum berkenan menjawab mimpiku di usia 23 dan 24 lalu. Aku iri, sangat iri dengan teman-teman yang bisa melanjutkan kuliah s2, bahkan tak sedikit yang kuliah di luar negeri, dengan beasiswa, seperti yang aku idam-idamkan.
Sebut saja kakak seniorku yg kuliah di UNP, atau senior lain yang dapat beasiswa meski harus banting setir ambil jurusan perpustakaan di UI. Atau juga si Boy yang lagi s2 di UNP. Terlebih lagi teman-teman seangkatan penerima beasiswa IELSP 2008 yang juga banyak S2. Yang satu batch denganku ke Arizona ada si Gini yang s2 hampir kelar di UNP, atau si Arin yang s2 di Samarinda. Ada juga si Mu'ti yg ke Amrik, atau si Riza Aditya yang ke Korsel atau juga si Dedi yg lagi di Spanyol. Aih! mereka membuatku iri iri iri! sangat!
Kawan, bukannya aku tak pernah berusaha untuk mewujudkan impianku. Sudah beberapa program beasiswa kujajal. IFP-IIEF sudah kujabani, hingga merelakan karirku yang baru kuretas di salah satu universitas negeri disini (didukung dengan beberapa pertimbangan personal yang membuatku mengambil langkah beresiko ini, tapi aku lega dan tak menyesal!) demi kesempatan emas, terlebih IFP 2010 adalah kans terakhir yang digulirkan IIEF. Aku berhasil melalui beberapa tahap seleksi hingga ke interview, kawan. Aku adalah peserta termuda dari Bangka Belitung ketika itu yang mendapat undangan untuk sesi wawancara dengan panelis di Lampung. Uang tabungan plus bantuan dana dari orang tua (notabenenya lebih besar nominalnya dari uangku sendiri) sukses menghantarku ke Lampung bersama ummiku tersayang. Tapi rupanya mimpiku, usahaku, doaku, doa keluarga plus doa ummiku belum-lah cukup untuk menghantarku meraih impian. Aku gagal, kawan! dan kegagalan itu pahit! sangat! Tampaknya karirku yang hanya sebagai guru honor di sebuah madrasah negeri belumlah cukup membawaku menggenggam tiket ke universitas impian di negeri lain sana. Aih, andai saja ketika itu aku sudah mengajar juga di salah satu perguruan tinggi negeri, yang justru mulai kujalani beberapa bulan setelah hasil tes keluar, mungkin hasilnya akan berbeda. Mungkin kini aku tengah menikmati hari-hari penuh gairah perjuangan di negeri Paman Sam atau negeri Kangguru sana. Atau, andai saja nasibku lebih baik ketika itu, mungkin kini aku tengah meresapi hari-hari awal di 25 tahunku di musim panas Amerika. Andai.... ugh! berandai-andai memang indah rasanya... iri rasanya dengan Yuk Nyimas, peserta yang lolos program IFP itu, yang kini di Belanda dan bercengkrama dengan cerita-ceritanya di Negeri Kincir Angin itu.
IFP terlepas dari genggaman meski masih sangat jelas dalam ingatan kalimat salah seorang panelis ketika itu:
"Saya masih ragu, setelah tamat nanti, kamu akan kemana?" ujar sang panelis berkalung emas besar itu.
Aku hanya bisa tersenyum kecut dan menjawab diplomatis "ada beberapa perguruan tinggi yang butuh sumbangsih para scholar-scholar berdedikasi, saya rasa ilmu saya akan berguna sebagai sumbangsih kepada dunia pendidikan sir... atau, saya pasti akan sangat bangga jika ilmu yang saya miliki bisa memberikan kontribusi bagi almamater saya, dan saya tak berkeberatan untuk kembali mengabdi disana seperti yang saya lakukan pada 1 semester awal setelah saya wisuda " tapi jawaban itu ternyata tak cukup ampuh untuk memuluskan jalan saya ke Amerika, sekali lagi.
Pasca kegagalan di IFP, aku tak lantas berdiam diri dan patah arang, kawan. ADS -meski dengan nilai TOEFL pas-pasan- juga kujajal meski beberapa bulan kemudian sebuah surat pemberitahuan bahwa aku dinyatakan gagal sampai ketanganku. Kecewa, sekali lagi! Kangguru seolah-olah melompat-lompat jauh dan kian jauh dair pelupuk mataku ketika itu. Dramatis, ya?!
Sekarang, aku tengah menanti Tuhan menjawab impianku melalui sebuah program lain yang sudah setengah tahun tak ada kabar beritanya. Entah karena hasilnya memang aku gagal lagi atau karena memang masih dalam proses. Ah! aku lebih menyukai berharap opsi kedua-lah yang tengah terjadi, it means aku masih punya harapan untuk itu! tersenyumlah dan berdoa untukku ya, kawan ^_^
Pernah bahkan berkali-kali aku ingin menjajal Fulbright dari AMINEF, tapi si tuan TOEFL ku yang belum memadai untuk itu sedangkan untuk tes bukan main susahnya. Tak hanya karena TOEFL masih saja menakutkan untukku (meski untuk speaking aku dapat 6,5 pada prediction test IELTS ketika di Arizona ketika itu, tak terlalu jelek bukan? atau apa itu artinya saya cuma pintar ngomong daripada menulis, membaca dan pemahaman tata bahasa serta mendnegar? may be) apalagi kalau mau ikut tes TOEFL maka peserta minimal harus menunggu 10 orang dulu yang susah sekali untuk bisa mencapai jumlah minimal itu di Pangkalpinang ini, mesti nunggu sampai berbulan-bulan, walhasil FULBRIGHT AMINEF tahun 2011 ini gagal kuikuti!!! bagaimana bisa lolos kalau aplikasi saja tidak dikirim! fiuhh!!!
Tuhan memang masih sangat dan selalu bermurah hati, kawan! Meski gagal lulus di beberapa program beasiswa s2 tanpa disangka-sangka Tuhan memberikan jalan untuk menjemput impian masa kecil, sekali lagi, kawan. Pertukaran Pemuda Antar Negara akan segera kujalani dan semoga tak ada aral melintang yang menghalangi keberangkatanku nanti. Mimpiku untuk kuliah tetap menyala. S2! beasiswa!!! (baru bisa biaya sendiri kalo tabunganku membengkak beranak pinak, tapi kapan? huffttt!)
Ini adalah hari-hari awal di usia 25ku. Hampir seperempat abad sudah aku hidup di dunia ini. Mimpi-mimpiku masih sangat banyak, belum lagi kalau membahas pertanyaan "kapan nikah?" aih! persoalan menikah sama rumitnya dengan berhasil lulus tes beasiswa s2 rasanya! nantilah membahas itu, biar Tuhan dengan segala otoritasnya yang menentukan pangeran mana yang akan mempersuntingku (atau orang itu mungkin adalah adiknya pangeran, atau pamannya pangeran, atau bukan pangeran sama sekali, tapi malaikat yang terperangkap dalam tubuh manusia? Ah! berandai-andai memang selalu saja indah dan menyenangkan ^,^. Tuhan, tentang yang satu ini, bagaimana kalau "si dia" saja??? bolehkah aku bernegosiasi????)
Selamat datang di usia 25 tahun, Dee!!! ^,^
"25 is not as simple as you write it down... It's a new starter, a more challenging time, a critical time, a fragile but decisive one... a gate to a wider world...
1 comment:
Assalamu'alaikum wr wb... Eehmmm terus terang saya bingung mau komentar apa....... apakah ini komen atau bukan yang jelas saya hanya bisa mengatakan bahwa saya tidak bisa meberikan komen apapun.... sudah saya pikir sedalam-dalamnya setinggi-tingginya dan setuntas-tuntasnya akan tetapi alhasil saya terhenti pada suatu sudut kebingungan dan kesimpulan bahwa saya masih tetap bingung harus memberikan komen apa.... yaah inilah saya, saya ini hanyalah orang biasa yang gak punya kelebihan apa-apa selain nekad!!... saya merasa tidak pantas untuk memberikan komentar apapun... mungkin anda akan berpikir bahwa saya hanya mengada-ada, atau hanya memberikan guyonan yang tak sebarapa. tetapi akhirnya hanya bisa memberikan komentar ini sajalah.... terima kasih.... mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan ataupun bahkan yang kurang berkenan.. semoga Allah senantiasa memberikan kita Hidayah dan Keberkahan-Nya selalu kepada kita sehingga kita menjadi orang-orang yang beruntung baik didunia maupun diakhirat..... Amiiin ya Robbal alamin.... Ttd
Ikhtiar & Tawakal.
Post a Comment