Malam ini onggokan kertas-kertas hasil ujian siswa masih menyisakan beberapa yang minta diolah sementara mood untuk bekerja hilang buyar kabur entah kemana. Iseng punya iseng akhirnya kuputuskan berkelana yang bahasa kerennya disebut blog-walk, saat mampir ke salah satu blog langganan, amboi! Aku iri, Tuhan!! Sungguh....
Lalu disinilah aku berada, di pojok kamar, termenung menatap langit lewat celah jendela yang sengaja kubuka. Semrawut uneg-uneg dalam otak menuntun untuk bercerita saja disini, tidak! tepatnya mengoceh mungkin....
Malam seolah genit melirik balik padaku yang terpaku bengong tak tentu arah, mencibir kesendirianku yang biru mengenaskan malam ini. Ugh! Lalu kepada Malam aku berceloteh, meminta ia menyampaikan kesahku pada Tuhan meski pastinya Sang Tuhan telah-pun tahu tanpa harus aku menjadi seperti sinting bicara sendiri pada Malam
Dalam hati aku berkata, mengajak ngobrol Si Malam:
Malam, aku selalu bertanya pada Sang Tuhan,
'adakah mimpi hamba terlalu berlebihan?'
Sungguh ingin aku berada di tempat itu
memenuhi otak dengan banyak ilmu demi luasnya masa depan dan pengabdian
memenuhi hati dengan ketakjuban alam yang menghampar melalui Tangan Tuhan
memanjakan mata dengan indah tiada tara alam hasil besutan Tuhan
memenuhi lembaran--lembaran diari/blog tentang hari centang prenan yang mungkin akan menjadi karibku
memenuhi raga dengan saripati hidup dan survival di negeri orang
memenuhi kidung doa yang tenggelam dalam rindu
memenuhi selaksa harap untuk dunia yang lebih akrab
Aih malam....
Pastilah Tuhan mendengar doaku, melihat inginku, memehami usaha letih terseokku...
Biarkan aku dengan keyakinanku bahwa Sang Tuhan tak akan menjauhkanku dengan mimpi-mimpi yang berserak seperti kertas-kertas ujian ini, malam.....
(Post yang terlambat dipost)
No comments:
Post a Comment