Sebagai project berbasis voluntary, saya tentu melibatkan beberapa relawan. Alhamdulillah, para relawan ini tertarik untuk bergabung setelah saya posting sebuah pemberitahuan tentang pencarian volunteer di akun FB saya. Maka, sembilan (9) pemuda-pemudi hebat Bangka terkumpul (2 orang lagi yang mendaftar di last minute terpaksa belum dapat dilibatkan karena memang kuota relawan yang dibutuhkan telah terpenuhi, Maafkan saya ya....) yang berasal dari beberapa kampus dan kalangan. Ada seorang mahasiswa UBB, Unigraha, mahasiswa STAIN SAS Babel, Lastari, Mega, Muslimin dan Mustika, mahasiswa UIN Gunung Djati, Ghazi, Mahasiswa University of Malaya yang sedang libur pulang ke Pangkalpinang, Tyas, alumni STAIN SAS Babel yang juga seorang pendidik di Selective Pangkalpinang, Ari Yuzandi, dan alumni Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada, Ayim. Maka jadilah saya dan 9 orang relawan penuh semangat ini bekerjasama dengan panitia Masa Orientasi Madrasah MTs Negeri Pangkalpinang untuk menyelenggarakan kegiatan MOS/MOM dengan konsep baru.
Konsep yang saya tawarkan pada kegiatan ini sebenarnya sederhana saja. Berangkat dari keprihatinan saya pada pelaksanaan MOS di berbagai tingkat pendidikan yang selalu saja disertai dengan praktek perploncoan dan tradisi kekerasan dalam berbagai bentuk, maka saya menawarkan sebuah konsep MOS yang bebas atribut yang tidak manusiawi dan tidak mendidik, bebas kekerasan, bebas perintah membawa berbagai macam jenis makanan dan minuman yang membuat peserta MOS ketar-ketir, dan tentu saja saya menawarkan konsep pengemasan materi yang menurut saya, yang diaminkan oleh teman-teman relawan, lebih mendidik, menyenangkan dan variatif. Maka jadilah MOM yang diadakan di MTs Negeri Pangkalpinang ini menggunakan konsep kegiatan MOS SIMPATIK yang kami tawarkan termasuk adanya pendampingan bagi setiap kelompok yang melibatkan 12 orang dewan guru, 9 orang relawan dan 38 orang pengurus OSIS.
Ada 9 materi yang kami kemas dalam kegiatan berdurasi 3 hari ini. Kegiatan yang dimulai pada jam 07.30 hingga 13.00 ini berisi beberapa materi yang pada dasarnya selalu dilakukan oleh MTsN Pangkalpinang setiap tahunnya namun kami kemas dalam konsep yang sangat berbeda. Salah satu perbedaan yang paling mendasar adalah materi yang disampaikan tidak lagi menggunakan metode ceramah yang umumnya dilakukan (dimana para peserta hanya duduk dan pemateri memberikan materi di depan). Konsep yang ditawarkan MOS SIMPATIK adalah penyampaian materi melaui kegiatan-kegiatan out door seperti observasi, praktek, dialog, tanya-jawab, permainan berkelompok dan eksebisi, serta kegaitan indoor speri diskusi, quiz, dan menonton video.
Di hari Pertama, setelah acara pembukaan, para peserta diajak berkeliling lingkungan sekolah melakukan Tur Sekolah yang merupakan sesi pengenalan terhadap segala macam fasilitas utama dan fasilitas pendukung yang ada. Selanjutnya ada sesi yang saya dinamakan Kenali Peraturan Sekolahmu (materi disajikan dalam bentuk video yang juga melibatkan pengurus OSIS, anggota Pramuka dan English Club sebagai model), dan ditutup dengan shalat dzuhur berjama'ah.
Di hari Ketiga, peserta MOS SIMPATIK mendapatkan materi tentang pendidikan kesehatan dari dr. Rosalin Yuniarti Ma'ruf yang masih sangat muda dan ramah. Materi-pun disampaikan dengan cara yang sangat menarik, karena peserta tidak hanya mendengarkan paparan materi tentang cara menjaga kesehatan pribadi, bahaja jajan sembarangan dan bahaya rokok, tapi juga diajak menggambar dan mewarnai. Sesi ini kemudian ditutup dengan praktek cuci tangan menggunakan sabun di halaman sekolah. Asyik kan?
Setelah praktek cuci tangan dan istirahat, peserta kemudian diajak mengenal berbagai macam kegiatan ekstra kurikuler yang ada melalui Eksebisi Ekskul lalu di sesi terakhir peserta dengan antusias mengikuti sesi Jendela Dunia yang melibatkan permainan analogi dan menonton video tentang keindahan Indonesia dan juga tentang kegiatan anak-anak sekolah di berbagai negara. Kemudian, hari terkahir ini-pun ditutup dengan acara penutupan dan tentu saja penyerahan hadiah untuk para pemenang dalam sesi Kenali Gurumu, Lomba Yel-yel dan Permainan Dinamika Kelompok.
Saya dan tim relawan sangat bersyukur atas apresiasi yang diberikan berbagai pihak kepada kegitan ini. Pihak sekolah mitra juga menyambut baik kegiatan ini. Para guru juga mengaku bahwa kegiatan ini seru dan sukses. Adik-adik OSIS yang kami berdayakan sebagai pendamping relawan juga antusias. Meski ada beberapa diantara mereka yang kecewa karena tidak adanya momen dikejar-kejar peserta MOS untuk minta tanda tangan, namun mereka tetap merasakan bahwa MOS SIMPATIK ini lebih seru dan menyenangkan. Tak lupa, meski para peserta mengaku sedikit lelah terutama di hari kedua karena 75 % kegiatan dilakukan di luar ruangan, mereka mengaku bahwa kegiatan MOS kali ini seru, tidak menyusahkan, dan sangat menyenangkan.
Selain itu, kami juga sempat diundang ke radio RRI Pro 2 Sungailiat untuk berbagi cerita tentang MOS SIMPATIK ini dalam sesi Kelakar bersama penyiar yang sangat antusias dan friendly, bang Jojo. Serta, cukup banyak teman-teman di media sosial yang turut mengapresiasi kegiatan ini dari mulai komentar langsung, inbox, hingga sekedar memberi Like kepada kami. Alhamdulillah.
![]() |
| Briefing bersama relawan |
![]() |
| Relawan dan Ketua panitia beserta Sekretaris panitia usai acara penutupan |
![]() |
| Relawan dan pengurus OSIS |
Ke depannya nanti, kami berencana untuk tetap melanjutkan kegiatan ini dengan mencoba bekerjasama dengan sekolah-sekolah lain. Bahkan, saat ini HOPE Project mendapatkan tawaran untuk membuat konsep baru untuk sebuah kegiatan sekolah dan berencana untuk mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan dunia anak, pendidikan dan budaya. Semoga 2 agenda ini dapat segera diwujudkan. Aamiin.
Saya dan teman-teman selalu berdoa agar kami dapat senantiasa istiqomah dan mampu bekerjasama dengan pihak lain dari dunia pendidikan untuk kegiatan-kegitan sekolah yang lebih variatif dan edukatif. Semoga niat mulia ini diberkahi dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.
Ini kami; pemuda.























No comments:
Post a Comment