Wednesday, September 26, 2012

And then I know.....

Lama tak menulis atau sekedar melampiaskan keluh kesah dan cerita tentang centang prenangnya hidup disini. Sudah setengah tahun terhitung dari tulisan terakhir.... aih! bukan dari bersemedi kawan, cuma entahlah.... kadang 'malas' dan 'kesibukan' lebih suka menyita ide cerita yang ada.
Dan kali ini, rasanya sebuah tulisan melankolis yang akan dibagi. Ceruta tentang hati, kawan. Itu adalah satu bagian hidup yang lama tak teraktualkan dalam tulisan melankolis yang mengharu biru. Tapi, ketika hati itu berdenyar sakit -yang justru tidak melukai-aku tersadar, hati itu masih ada, telah kembali ke asalnya, telah cukup kuat keluar dari zona aman.

Melankolis, kawan! tapi tak apalah....
Bertanya mengapa bisa se-melankolis ini? sederhana saja jawabannya: Hati!
Ini karena sesosok pria yang biasa namun luar biasa, yang menawarkan untuk berbagi hidup, yang dengan-entah tolol atau malah sabarnya menunggu 1 tahun lebih untuk sekedar bertanya "apa aku boleh mengenalmu lebih dekat". Ini karena dia, pria yang terasa asing dimataku namun kemudian menjelma menjadi betapa menarik dan misteriusnya dia.
Itu semua karena hati. Hati yang sakit yang mencoba menyembuhkan se-sembuh-sembuhnya dalam kurun waktu yang ada. Hati yang mencoba menunggu dengan bijak hingga benar-benar siap untuk dibuka lagi, dan pria itulah yang kemudian mengisi kekosongan. Dia yang pada awalnya mengajarkan hati untuk menngenal, lalu membiasakan diri dengan keberadaannya. Hati yang belajar memaklumi kekurangannya dan merasa beruntung dengan segala indah yang ia miliki, hati yang kemudian merasa sepi saat jarak meminta bersabar dan menanti, dan dalam jarak ratusan kilometer itu-lah hati belajar mencintai dengan segala perih karena rindu dan sepi, atau kemudian tertawa karena bahagia dan cinta. Hati itu yang kini menyadari bahwa ia telah cukup kuat untuk memulai menyimpan mimpi-mimpi baru dan membaginya dengan si pria itu.
Dan kemudian ketika sakit mendera karena hantaman rindu, tiba-tiba aku menyadari sepenuhnya, He is the one

Dia.

No comments: