Sebelum berangkat ke Korea Selatan di akhir 2011 lalu, saya getol sekali nongkrong di depan Arirang Tv channel hanya untuk mantengin tv programs yang berkaitan dengan culture, tourism dan cuisine-nya negeri Ginseng tersebut. Nah, dari tv shows sejenis Tasty Trail With Benjamin, Kimchi Chronicles, 100 Icons of Korean Culture dan Korea Top 10 inilah banyak sekali informasi tentang Korea Selatan yang berkaitan dengan keindahan Daehan Minguk yang lagi getol-getolnya mempromosikan potensi wisata dan keindahan negeri mereka- dengan perpaduan apik antara kultur klasik dan moderenitasro- dan juga wisata kuliner yang memikat.
Dari beberapa program tv yang berbau 'culture dan cuisine' itu-lah (tak suka mantengin channel entertainment dan glamornya dunia halyu alias Korean wave, ain't K-Pop freak ^_^) ada beberapa misi yang sebenarnya ingin sekali disambangin dan dinikmati selama saya berada di sana. Top Ten nya adalah:
1. Hanbok.
Siapa yang tak kenal hanbok? ada?? Oke, gak apa-apa. Hanbok adalah baju tradisional Korea Selatan. Kalo teman-teman adalah Korean Drama freaks maka kenal doong dengan Dae Jang Geum yang seorang pelayan istana, koki dan akhirnya menjadi wanita ahli bedah pertama di Korea dalam drama berjudul Jewel in The Palace ^_^ atau juga drama bertema masa kerajaan serta sejarah Kor-Sel seperti Dong Yi atau Tamra Island. Di drama-drama tersbut dapat dengan mudah kita melihat Hanbok. Nah, karena keranjingan Cultural Programs-nya Arirang, maka saya-pun terobsesi untukbisa mencoba mengenakan pakaian tradisional yang elegan dan indah ini. Kakak saya bahkan penasaran gimana kalau Hanbok meets Hijab???
Taraaaaaaaaaaaaa...... oke kaaaaaaaaaannnn???? *blushingKesempatan ini yang paling saya tunggu-tunggu selama kegiatan di Korea Selatan. Kesempatan pertama untuk mencoba Hanbok datang ketika menghadiri pagelaran teater tradisional Korea "Miso" yang kala itu mementaskan kisah Chunyang dan Myonrong (baca: Monyong ^_^). Namun sayangnya kesempatan itu lepas begitu saja karena pementasan akan dimulai dan saya beserta teman-teman harus masuk ke ruang pertunjukan di First row! yihaaa!!!
Kesempatan emas untuk mewujudkan ambisi ini datang dengan apik ketika berkunjung ke National Museum of Korea. Kesempatan tak disia-siakan dan itulah gaya saya dalam balutan hanbok! (Sssssttt! ternyata design Hanbok mencerminkan Budaya klasik Korea dalam berbusana yaitu menutup lekuk tubuh! mantap kan???) No. 1 List: Accomplished!!!
#Waktu sempat mengintip di sebuah etalase toko di Namdaemun harga Hanbok ternyata Muahallll buanget! Yang biasa berkisar 20.000 W atau 1juta 700ribuan lebih!
![]() |
| persimmons |
Buah kesemek! Ngapain ke Korea jauh-jauh ngidam kesemek???? Olala.... Bagaimanapun buah manis segar ini ada di daftar Mission of things list saya dan syukurlah keinginan itu tercapai.
Sayangnya ketika di Seoul saya tak bisa menikmati persimmons utuh bulet-bulet yang masih segar -_-
Sebenarnya ada suatu moment dimana pada Hari Minggu pagi saya melihat di pojok jalan beberapa ratus meter dari Lexington Hotel ada penjual persimmons dengan menggunakan mobil pick up tengah menjajakan dagangannya di bawah pohon Ginko, tapi sayangnya jadwal kegiatan yang padat selama berada di Kor-Sel tidak memungkinkan untuk mampir dan berleha-leha sementra tight schedules menanti.
Keinginan tersebut terobati ketika berada di jamuan makan siang oleh host MOGEF (Ministry of Gender Equality and Family) di sebuah restoran apik, elegan dan klasik namun berkelas di kawasan downtown Seoul. Persimmons yang tinggal hap ini didampingi pula dengan persimmons tea atau Seojonggwa yang berfungsi sebagai detoks dan baik untuk pencernaan. Yuhuuu! No.2 list: checked!!
3. Abalone
Di sebuah drama Korea berjudul Tamra Island, abalone adalah komoditi populer dan utama di Tamra dan di beberapa program tv yang saya tonton selalu disebut-sebut kelezatan abalone. Maka kemudian abalone masuk daftar hunting saya selama di Korea Selatan meski saya harus KECEWA karena belum berkesempatan menikmati cita rasa abalone yang termasyhur dan berharga mahallll itu. Wokelah, suatu saat insyaallah ada kesempatan! Setidaknya saya dapat cinderamata dari shell abalone yang warna-warni memikat itu.Saudara-saudara, harga souvenirnya juga mahallll.... untung dikasih kalo ga??? (ga janji deh buat beli apalagi dihadiahkan ke orang lain hehehhehe) Maka dengan ini saya harus mengakui bahwa No. 3 List: Failed!!-_-
4. Ginseng
Korea itu dikenal dengan sebutan negeri Ginseng jadi gak klop kalo ga coba ngunyah ginseng! Aih! salah! untuk yang satu ini saya cuma punya misi untuk menikmati barang secuil saja, secara yang saya tahu (denger dari orang dan baca) ginseng itu rasanya pahit dan sepet meskipun berkhasiat sekali. Nah, waktu ngalor-ngidul keliling (sampe ada yang nyasar dan terpisah dari rombongan atau couple) di pasar Namdaemun yang relatif lebih murah (dibanding di Insadong) saya bertemu dengan gerombolan Ginseng (asli! emang bergerombol! heheheheh) yang direndam di dalam alkohol dalam toples-toples unik yang harganya cukuppp mahal! Minat beli??? Kagak! karena harus memikirkan bagaimana saya membawanya pulang ke Indonesia? trus kan sudah direndam alkohol, masa mesti diminum??? Makasih deh .....Sewaktu mengadakan kunjungan ke Muju, disepanjang jalan nun jauh disana (cuma bisa lihat dari Bis aja soalnya) terdapat areal perkebunan yang dipenuhi dengan plastik/karung berwarna hitam setinggi kurang lebih 1 meter. Ketika saya bertanya pada koordinator, beliau mengatakan bahwa itu adalah areal penanaman Ginseng. Ah! ternyata benar yang pernah saya lihat di Arirang itu. ^_^ Eh rupanya, waktu makan crab porridge disuatu tempat di Jeonju ternyata saya dan teman-teman masing-masing diberikan 1 bungkus minuman ginseng (mirip jamu kali ya). Saya hanya mencicip minuman itu (punya temen saya, sementara punya saya saya berikan ke siapa ya? lupa) dan ulala.... sepet, pahit ada manis2-manis sedikit dan ada sensasi panas ditenggorokan. Jamu!! *kata saya dalam hati. Semoga yang mereka katakan bahwa miuman itu non-alkohol adalah benar.. kalu tidak.... Ya Alllah.... ampuni Hamba.... # praying. So, No. 4 list: Checked!!
5. Andong Mask Dance Festival
Terlebih dahulu saya katakan bahwa misi ini: FAILED! Tidak ada rute menjejak ke Andong (apalagi Jeju Island. hehehe) dan tentu saja tak ada kesempatan untuk menikmati tarian tradisional Korea yang sangat terkenal khususnya di Andong. Tapi setidaknya saya sempat melotot menikmati topeng Hahoe yang dipajang di stall sepanjang kawasan Insadong. Unik, cantik, berdaya magis buat mata dan harganya muahal. Berkisar antar 5000 Won (untuk ukuran kecil tanpa frame) dan sekitar 15.000-35.000 Won bahkan lebih untuk ukuran lebih besar dan ber-frame! Cakep! Gak jadi beli *_*
6. Seaweed soup
Sup rumput laut sangat terkenal di Korea, dan biasanya menjadi santapan wajib bagi ibu-ibu pasca melahirkan. Di program acara-acara yang saya lihat di Arirang rumput lautnya berbeda dengan yang kebanyakan di Indonesia. Perbedaan itu yang membuat saya kepingiiiiiiiiin menikmati cita rasa sup rumput laut -yang bahkan dianggap salah satu treasures nya Kor-Sel. Tapi sangat disayangkan selama di Kor-Sel belum juga bertemu dengan si sup ini. Tapi setidaknya puas menikmati rumput laut versi keringnya yang disebut Gim (Di Jepang disebut Nori) yang hampir selalu ada di setiap menu yang dinikmati selama di Kor-Sel. Beberapa bungkus gim juga saya bawa pulang ke Indonesia (ditempat saya belum ada toko makanan Korea, yang ada cuma ramen instant saja) Jadi, misi ini Accomplished atau Failed ya??????
7. Hanok
Accomplished!!! Puassss berada di Hanok Village dan memasuki Hanok, rumah tradisional Korea. Di Hanok Village, dahaga akan eksotisme menatap dan menjejak rumah tradisional yang juga menjadi ciri khas kebudayaan Kor-Sel terbayar lunasss!!! Hanok Village adalah area yang sengaja dipertahankan tetap melestarikan hanok dan arsitektur Korea masa lampau serta benar-benar mendapat perhatian pemerintah sebagai salah satu daya tarik Korea-Selatan, bahkan ternyata pariwisata yang sangat iconic ini mampu mengundang ribuan bahkan jutaan wisatawan setiap tahunnya. Disini pula saya mendapatkan pengalaman berkreasi dengan kertas hanji khas Korea. Gerat!
8. Tteok
Accomplished!!! Sampai-sampai waktu sepulang kegiatan malam, terus kelaparan (sementara di kamar hotel tak ada stok makanan) akhirnya berinisiatif menembus suhu sekitar 4 atau 5derajat Celcius untuk mencari pengganjal perut. Sasaran nya adalah Seleven Eleven yang ada di Belakang Lexington Hotel. Sekaleng kopi hangat (cuaca dingin di ujung Fall menjadikan saya sebagai penikmat kopi baru gede), beberapa bungkus snack dan 1 kotak Tteok berisi 12 biji tteok beraneka rasa menjadi pilihan saya ketika itu. Teteo tteok tteok! Saya jatuh cinta dengan tteok sejak pertama menikmatinya di jamuan makan di MOGEF. Yang paling saya suka dari Tteok adalah- selain rasanya yang enak dan mengenyangkan serta sehat-, bentuknya yang artistik. Sentuhan artistik tteok membuat makanan ini sangat memanjakan mata, ditambah lagi saat ini tteok tak hanya diisi dengan beragam kacang-kacangan tapi juga buah-buah segar, Yummy!
9. Foto Daun musim gugur
Perjalanan saya di Kor-Sel bertepatan dengan musim gugur, tepatnya penghujung musim gugur dan awal musim dingin (sayangnya ketika Salju pertama turun di Seoul, saya tengah berada di provinsi lain di luar Seoul).
Korea Selatan juga terkenal dengan keindahan otentik yang berbeda-beda di setiap musim nya, tak terkecuali musim gugur. Sejaka saya di Amerika pada 2008, bahkan ketika saya masih sangat muda, saat pertama kali mengenal empat musim di belahan dunia lain dan bermimpi menjejakkan kaki di negara-negara lain di belahan dunia ini, saya telah berkeinginan berfoto dengan pose bermain daun-daun musim gugur yang berwarna merah atau kuning. Saya mengecap musim panas dan awal musim gugur di 2008 selama di Amerika yang membuat moment 'khayalan' saya lewat begitu saja. Walhasil, ketika saya berada di Hanok Village di Jeollabuk-do dan melihat salah satu sisi jalan yang sangat colorfull dan dipenuhi daun-daun ginko yang gugur, kesempatan itu langsung saya pergunakan dengan sangat baik. Maka, khayalan saya di masa kecil (yang boleh jadi dianggap norak bagi kebanyakan orang yang sudah terlalu sering berpergian ke luar negeri) tercapai sudah. Mission Accomplished!!
#Betapa dahsyatnya kekuatan sebuah mimpi yang dijaga untuk tetap hidup!
10. All Korean Cuisine
Well, hal terakhir dari list kecil saya dalam menikmati perjalanan di Korea Selatan adalah menikmati beragam kuliner Kor-Sel yang merupakan perpaduan antara panas, pedas namun kaya serat dan juga filosofi Yin-Yang.
Mulai dari (yang saya kenal aja nih namanya) Bibimbap (dari Bibimbap ala resto di downtown Seoul, sampai Bibimbap Jeonju yang terkenal itu), Kimchi yang beragam varian, Sup Taoge, Rabokki, Japchae, Gimbap, sup Jeongol (tapi yang ini tidak pakai gojuchang a.k.a pasta cabe khas korea yang menjadi bumbu dasar pada beragam masakan Korea) ikan teri halus yang dicampur gojuchang(terinya mirip teri medan loh) sampai Hoetteok dan Chesnut/kacang berang-berang (ini dua makanan yang saya nikmati di kedai kaki lima di Insadong sebagai bagian dari upaya untuk mengusir dingin udara 5 derajat Celcius) serta tak lupa permen gula dan madu (sejenis gulali) yang saya beli bersama Alim (delegasi Sulawesi) di Namdaemun pada malam hari. Lumayan sekali kan? Meski saya tak menyantap makanan berbahan daging ayam atau sapi selama di Korea, setidaknya saya sudah pernah mencicipi Bulgogi ketika di acara Tucson Meet Your Self di 2008 lalu lengkap dengan Bingsu (dessert Korea pada musim panas, sejenis es campur ala Korea). Mission accomplished!!
Ulalala... meski beberapa list saya masih belum terlaksana, tapi mudah-mudahan suatu saat nanti bisa kembali kesana untuk menikmati perjalanan yang lebih panjang, mengesankan dan exploratif! Jeju, Busan, Nami Island, Lotte World, Lantern Festival, Flower Festival, Western Dorm (Lagi! waktu itu belum puasss!), Istana-istana klasik yang belum dikunjungi, N Seoul Tower dan Han river yang belum tereksplorasi, dan lain-lain adalah harapan berikutnya.... Who knows??!! ^_^





No comments:
Post a Comment