Monday, January 17, 2011

Antara Membenci dan Menyukai

Frankly speaking, saya bukan orang yang mudah menyukai seseorang dan juga tidak termasuk sesorang yang dengan begitu mudah membenci orang lain. Saya adalah tipe mahkluk yang butuh waktu, baik untuk membenci apalagi untuk mencintai.
Belakangan, saya belajar untuk lebih membuka diri dengan dunia luar (baca: orang lain) secara selama ini memang saya termasuk orang yang lebih memilih untuk lebih mengenal banyak hal mendasar tentang seseorang sebelum kemudian saya memutuskan untuk mengenal mereka secara lebih terbuka apalagi untuk terlibat dalam kehidupan orang tersebut. Tapi sungguh pada akhirnya saya harus mengatakan "mengecewakan!!!"
In fact, semakin saya mencoba membuka diri dengan orang-orang baru, semakin banyak hal yang kemudian membuat saya kecewa pada akhirnya bahkan seringkali saya sampai pada titik persimpangan memilih untuk melenyapkan diri saya dari orang-orang yg demikian. Woahh!!! Bahkan saya merasa akhir-akhir ini saya lebih mudah untuk membenci orang, sesuatu yg dulunya termasuk hal yg justru masuk dalam kategori "sulit bin susah".
Nah, kalau sudah begini, saya jadi mumet sendiri. Bingung untuk memutuskan antara membenci atau tetap bertahan mencoba menyayangi. Kalau sudah dalam keadaan demikian, saya lebih akan "terperangkap dengan sangat mengenaskan" dalam kebimbangan karena saya termasuk makhluk yang tidak cukup pandai berekspresi, dalam hal ini untuk mengekspresikan kebencian bahkan rasa suka. Pusing rasanya berada dalam kondisi seperti itu, selain tak hanya menguras fikiran, tak jarang juga menguras air mata. Jiah!!! saya mesti akui, untuk hal satu ini, saya memang termasuk manusia yang mudah menangis untuk hal-hal yang menyangkut relationship. (Sedikit tidak suka dengan kenyataan ini sebenarnya :p )

Arrrgh...!!!! intinya saat tulisan ini saya ketik, inilah yg tengah saya coba untuk fahami dalam-dalam, perasaan ingin mengenyahkan mahkluk-makhluk yang menggelitik rasa benci dan tidak suka saya, sementara faktanya sebelum ini saya justru belajar untuk mencoba menerima orang-orang itu as they are, mencoba memahami mereka, menyayangi mereka, menghargai mereka, mengganggap mereka sebagai bagian berharga... tapi, kalau sudah menyangkut kebencian, lagi-lagi saya "terperangkap dengan sangat mengenaskan" dalam peperangan batin ini (woah!!! world war II dalam jiwa tampaknya)
Bingungggggggggg............ swear!!! I hate this damn condition!!!!!!

No comments: