Wahai engkau yang seringkali datang dalam mimpiku,
Mengapa tak pergi saja menjauh
Atau mendekatlah sedekat-dekatnya padaku,
Agar mimpi itu menjadi nyata atau sekalian hilang dalam tiap jagaku ...
Siapakah gerangan perwujudanmu itu?
Apakah matahari penguasa siang yang terkadang terlalu terik menyapa tubuhku?
Ataukah rembulan pangeran malam yang tak jarang meniupkan angin hingga menggigil aku dalam kedinginan?
Ataukah engkau adalah sang dewa bayu yang melenakanku dengan sejuk ketenangan?
Wahai engkau raut wajah yang memata-matai malam sunyiku,
Bisakah kau mewujud nyata saja dalam sukaku?
Atau mungkin lebih baik hilang segera seiring lupaku?
Tapi setidaknya aku berhak memberikanmu waktu hingga terang halimun takdirku...
1 comment:
hmmmm.... well well well ^_^
Post a Comment